Politik Pemerintahan

Khofifah Ingin BUMDes di Malang Jadi Pilot Project Jatim

Malang (beritajatim.com) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Boonpring di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, diharapkan bisa menjadi pilot project untuk desa lain.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka Jambore BUM-Des se-Jawa Timur di wanawisata Boonpring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Sabtu (4/5/2019) siang ini.
“BUMDes Sanankerto ini juara satu nasional. Kami harapkan, bisa menjadi referensi desa-desa lain di Jawa Timur,” ungkap Khofifah.

Jambore BUMDes yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur ini, adalah yang kali pertamanya digelar. Jambore BUMDes ini, merupakan format untuk membangun ekonomi dari desa, dengan meningkatkan potensi desa yang ada.

Melalui BUMDes, terang Khofifah, penguatan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru bisa dilakukan di setiap desa. Selain itu, keberadaan BUMDes, juga akan meningkatkan dana desa.

“Kreativitas dan inovatif masyarakat desa juga semakin besar. Sehingga, akan memotivasi perguruan tinggi, ataupun dunia usaha dan industri untuk berlomba melakukan pendampingan,” ujarnya.

Salah satu contohnya adalah BUMDes Boonpring Desa Sanankerto, yang menjadi juara satu tingkat nasional. Boonpring yang memiliki lebih dari 100 jenis tanaman bambu ini, mampu berkontribusi dengan menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) sebesar Rp 460 juta. Sehingga tidak hanya mandiri, tetapi juga sudah bisa menyerap tenaga kerja.

“Namun kami berharap Boonpring ini, bisa terus berkembang seperti Pujon Kidul, yang saya resmikan sekitar dua tahun lalu. Pujon Kidul mampu berkembang pesat hingga sekarang bisa menghasilkan PAD sebesar Rp 2,5 miliar,” tutur Khofifah.

Khofifah melanjutkan, keberadaan sentra ekonomi berbasis desa atau BUMDes ini, akan menjadi spirit bagi masyarakat desa untuk hidup lebih sejahtera. Karena keberadaan BUMDes, secara tidak langsung akan menekan angka kemiskinan masyarakat.

Karena dengan adanya BUMDes masyarakat, akan memiliki referensi atau harapan bisa mendapat tambahan income, untuk diri sendiri, keluarga dan tentunya bisa berkontribusi untuk PAD Kabupaten Malang. “Lihat saja pemilik warung di sekeliling Boonpring ini, mereka pastinya terus berinovasi untuk bisa mendapatkan tambahan dari usaha yang digelutinya,” bebernya.

Perlu diketahui, secara prosentatif angka kemiskinan di Kabupaten Malang ini sebanyak 10,3 persen. Di Jawa Timur tertinggi adalah Sampang, sebesar 23,4 persen. Namun secara kuantitatif, Kabupaten Malang terbesar dibandingkan kabupaten lain, yakni sebanyak 288 ribu.

“Hal ini karena jumlah penduduk di Kabupaten Malang sangat banyak. Dengan adanya BUMDes, kami harapkan angka kemiskinan tersebut bisa ditekan,” urainya.

Terpisah, Wakil Bupati Malang, Sanusi, dalam sambutannya mengatakan bahwa wisata Boonpring, merupakan salah satu wisata yang dikelola oleh BUMDes. Selama ini, Pemkab Malang terus berbenah untuk mengejar ketertinggalan, terutama dalam pengentasan kemiskinan.

“Sejauh ini, kami sudah melakukan banyak program untuk masyarakat miskin. Selain menggratiskan BPJS untuk masyarakat miskin, pada tahun 2020 kami juga akan membebaskan biaya SPP untuk siswa SD, MI dan MTs yang tidak mampu. Termasuk juga menggratiskan pemasangan dan bulanan gratis PDAM untuk pemakaian 10 meter kubik per-bulannya,” pungkas Sanusi. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar