Politik Pemerintahan

Jelang Pilpres 2019

Ketum PPP: Ada Modus Hoax dan Fitnah Sistematis Isu Agama

Ketua Umum PPP Ir.M Romahurmuziy saat Halaqoh Alim Ulama di SMK Miftahul Huda, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (13/3/2019)

 

Malang (beritajatim.com) – Isu agama sengaja dihembuskan orang-orang tak bertanggung jawab dalam Pilpres 2019. Demikian disampaikan Ketua Umum PPP Ir.M Romahurmuziy, Rabu (13/3/2019) sore usai Halaqoh Alim Ulama di SMK Miftahul Huda, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Menurut Mas Romy sapaan akrabnya, untuk menangkal dan meluruskan banyaknya kabar hoax dan fitnah yang ditujukan pada pemerintahan Jokowi yang juga Capres nomer urut 01, pihaknya sudah berkeliling seluruh Indonesia dan mengajak semuai Kiai menjadi agen penangkal hoax dan meluruskan sebuah fitnah.

“Kiai kampung punya massa rill mereka ini punya umat, karena mereka yang mengasuh majlis taklim. Saya mengajak mereka unuk jadi agen pelurus hoax dan fitnah. Ini penting karena 34 hari kedepan, akan mengemuka hoax dan fitnah,” tegas Romy.

Romy menerangkan, belum reda hoax dan fitnah seputar suara adzan dan nikah sejenis yang dihembuskan emak-emak pendukung kubu 02, muncul lagi fitnah dari Banyuwangi soal perzinahan yang dilegalkan apabila Jokowi terpilih sebagai Presiden.

“Disini peran kiai menjadi sangat penting. Hoax dan fitnah soal agama ini akan mengemuka selama 34 hari kedepan sampai pencoblosan. Artinya apa, ini adalah modus dan upaya sistematis untuk melakukan delegitimasi dalam isu agama,” papar Romy.

Romy menambahkan, karena itu peran kiai penting. “Kiai punya jamaah, dipercaya umat. Sampai 17 April nanti modus agama ini sengaja dibuat. Kami PPP akan selalu tampil ke depan karena kita ada di kubu 01. Masalah ini harus kita luruskan. Para kiai yang punya umat, 34 hari kedepan apabila ada taklim atau pengajian, supaya temannya melawan hoax dan fitnah yang sudah sangat sistematis ini,” Romy mengakhiri. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar