Politik Pemerintahan

Ketua PWNU Jatim Terima Kejutan di Harlahnya

KH. Marzuki Mustamar melakukan pemotongan kue disaksikan KH Muslich Abbas (Tengah bersarung merah)


Mojokerto (beritajatim.com)
– Sebagaimana tokoh masyarakat lainnya yang kerapkali menerima kejutan di hari lahirnya, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar juga mengalami hal yang sama.

Kali ini kejutan datang dari Keluarga Besar Pondok Pesantren Alawiyah Fachrul Ulum Pacet Kabupaten Mojokerto.

Kejutan tersebut berupa perayaan Ulang Tahun yang dilakukan di sela-sela acara puncak perhelatan akbar Milad Ke-31 dan Temu Alumni Ke 23 PPS Fatchul Ulum Pacet yang dihelat di Pacet tepat di Hari Kelahiran pria yang berusia 53 tahun hari ini.

Acara peringatan Harlah tersebut ditandai dengan ditiupnya lilin oleh orang nomor satu di PWNU Jawa Timur tersebut.

Tanpa di sangka sebelumnya , sekitar Pkl 14.45 Menit, sesaat sebelum menaiki panggung dan memberikan tausiyahnya, KH. Marzuki Mustammar diminta oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sallafiyah Fatchul Ulum, K.H. Muslich Abbas untuk meniup lilin dan memotong kue ulang tahun yang telah disiapkan.

Hal tersebut sontak membuatnya terkejut. Sambil menahan rasa haru iapun melakukan apa yang diminta oleh Yai Muslich (Panggilan Akrab KH Muslich Abbas).

Terkait dengan kejutan yang disiapkannya, kepada beberapa tokoh lintas agama yang hadir dalam acara tersebut, Yai Muslich menyatakan “Nanti kalau KH Marzuki Mustamar hadir akan saya beri kejutan. Kita akan rayakan peringatan milad beliau.” tandas Yai Muslich, Minggu (22/9/2019).

Pada bagian lain ia juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan tersebut merupakan bentuk perhatian, hormat dan cinta kasih kepada KH Marzuki Mustamar.

Sebagaimana disampaikan oleh KH Muslich, tahun ini KH. Marzuki Mustamar genap berusia 53 Tahun.

Pria kelahiran Blitar ini merupakan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur Masa Khidmat 2018-2023.

Dalam keseharianya ia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dan dosen Humaniora – Budaya UINSA.

Usai menikmati kejutan yang telah disiapkan tersebut, KH Marzuki Mustamar langsung memberikan tausiyah.

Sebagaimana biasanya, selama sekitar 30 menit ia mengajak jamaah yang hadir untuk senantiasa menghadirkan Islam yang Rahmatan Lil Allamin.

Seraya menceritakan kisah perjalanan Nabi Muhammad S.A.W.

KH Marzuki mengajak jamaah untuk menjadi berkah bagi lingkungan.

Apa yang disampaikan oleh KH Marzuki Mustamar tersebut sejalan dengan pendangan K.H. Muslich Abbas.

Menurutnya kehadiran Islam khususnya santri harus membawa keteduhan dan berkah bagi lingkungan.Hal ini menjadi ciri dari pola pembentukan bagi para santri.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar