Politik Pemerintahan

Kantor PDIP Kota Pasuruan Disegel

Ketua PDIP Kota Pasuruan Teno: Saya Petugas Partai, Taat pada Ibu Megawati

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menegaskan posisinya sebagai petugas partai yang taat sepenuhnya kepada apapun keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Saya, dan kami semua di PDI Perjuangan ini sebenarnya hanya petugas partai. Semua keputusan ada di tangan DPP PDI Perjuangan, dalam hal ini Ibu Megawati Soekarnoputri. Di PDIP kami diajari untuk loyal, karena hanya dengan itulah partai ini bisa solid dan mampu memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujar Teno, Senin (8/7/2019).

Pernyataan Teno itu disampaikan terkait polemik kepengurusan baru PDIP Kota Pasuruan sesuai keputusan DPP PDI Perjuangan yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Dalam keputusannya, DPP menugaskan Teno sebagai ketua PDIP Kota Pasuruan,

“Saya sendiri sebenarnya kaget menerima mandat ini. Ketika Ibu Mega sudah menugaskan saya, ya saya sebagai kader siap dan taat tegak lurus melaksanakan perintah tersebut,” ujar Teno.

Ketika ditanya tentang polemik bahwa dia masih belum lama berkiprah di PDI Perjuangan sehingga tak layak menjadi ketua, Teno meminta semua pihak yang memprotes untuk bertanya ke DPP secara langsung.

Teno mengatakan, sesuai pasal 44 Peraturan PDI Perjuangan Nomor 28/2019, disebutkan bahwa DPP Partai dapat menetapkan Ketua, Sekretaris, dan/atau Bendahara DPC dan DPD Partai atas dasar pertimbangan kepentingan strategis partai.

“Apa itu kepentingan strategis partai? Tentu yang bisa menjawab adalah DPP, Ibu Ketua Umum atau Pak Sekjen, karena beliau berdua yang menandatangani surat tersebut,” jelas Teno.

Terkait permasalahan sekretariat atau kantor yang disegel sejumlah pengurus lama, Teno menyatakan akan melakukan pembicaraan dengan para pengurus untuk mencari solusi terbaik, sekaligus akan menelurusi riwayat kantor tersebut yang saat ini diklaim masih milik perorangan.

“Pengurus baru akan segera berkomunikasi dan koordinasi dengan pengurus demisioner. Akan kami tindak lanjuti segera tentang beberapa agenda termasuk tentang kepemilikan sekretariat. Kita akan bicarakan secara musyawarah, semua tentu ada jalan keluar yang baik. Sejauh ini DPC PDIP Kota Pasuruan solid,” jelas Teno yang juga Wakil Walikota Pasuruan ini.

Seperti diketahui, akibat polemik kepengurusan baru, Kantor DPC PDIP Kota Pasuruan disegel oleh para pengurus lama. Segel dari bilah atau belahan bambu dipasang menyilang di pintu kantor. Ada kertas besar bertuliskan ‘Kantor ini bukan milik PDI Perjuangan’.

Aksi penyegelan itu diakui dilakukan oleh politisi PDIP Kota Pasuruan Luluk Mauludiyah. Dia mengaku melakukan penyegelan bersama sejumlah kader. Ia menegaskan tak akan membuka segel sampai tuntutan dipenuhi, yaitu pembatalan penunjukan ketua, sekretaris dan bendahara baru.

“Saya sudah 32 tahun di partai, tahu persis bagaimana susahnya membangun partai ini dari awal. Kami akan segel kantor ini dan baru akan membukanya setelah semuanya selesai,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar