Politik Pemerintahan

Ketua NU Jember Puji 4 Kelompok Termasuk FPI

Ketua NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin

Jember (beritajatim.com) – Ketua Tanfidz Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember Abdullah Syamsul Arifin memuji empat kelompok Islam di luar kaum nahdliyyin yang ikut berperan dalam kehidupan masyarakat. Semua kelompok Islam memiliki peran masing-masing yang saling terkait dan saling dukung.

“Persoalan-persoalan kemanusiaan, persoalan kebangsaan, tidak bisa diselesaikan orang per orang, oleh kelompok per kelompok,” kata Abdullah, saat memberikan tausiah dalam acara buka bersama di halaman Markas Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Rabu (15/5/2019).

“Kalau kita ingin membangun Jember, kalau kita ingin membangun Indonesia, khususnya umat Islam di dalamnya mau tidak mau harus terbagi dalam kelompok pemahaman keagamaan. Kalau urusan bikin pesantren, NU ahlinya. Orang NU tidak pernah khawatir kekurangan stok kiai,” kata Abdullah.

Namun untuk urusan membangun sekolah dan rumah sakit, menurut Abdullah, NU tidak boleh malu untuk angkat topi kepada Muhammadiyah. “Rata-rata sekolah-sekolah Muhammadiyah relatif lebih bagus. Walau pun banyak sekolah di lingkungan NU yang maju, tapi kalau kita rate, rata-rata lembaga yang dimiliki Muhammadiyah lebih baik dibandingkan sekolah yang dimiliki NU. Ternyata Allah sudah memberikan kaplingnya di situ,” katanya.

“Kalau untuk urusan membangun soliditas kader dan rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi, kita harus mengacungi jempol saudara-saudara kita di LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Teman-teman LDII jumlahnya tidak banyak, tapi name board-nya besar-besar. Soliditas terbangun, termasuk 10 persen (pendapatan) yang harus diberikan untuk organisasi, sehingga untuk pengembangan ekonomi itu luar biasa,” kata Abdullah.

“Kalau kita mau belajar cara berdakwah yang ikhlas, yang tidak perlu ribet, tidak perlu diundang, apalagi dijemput, apalagi seremonial, nampaknya kita harus angkat topi kepada Jamaah Tabligh,” kata Abdullah.

“Urusan bikin pengajian malam Jumat, malam Selasa, rutin di kampung-kampung, NU tidak bisa dilawan. Pasti semuanya jalan. Tapi kalau ada diskotik bandel, tidak bisa tutup, itu serahkan kepada FPI (Front Pembela Islam), beres semua insya Allah,” kata Abdullah, disambut tepuk tangan.

“Artinya apa? Ini ada satu kesatuan yang memang diberikan Allah sebagai tugas bagi kita, dan kita sebagai manusia harus menerima kapling-kapling yang diberikan Allah. Dalam perbedaan itu, ada satu prinsip yang harus dijunjung tinggi: kita saling tolong-menolong, saling menguatkan pada sesuatu yang kita bersepakat. Dan kita harus bertoleransi siap menerima perbedaan dan saling menghargai, tatkala kita dihadapkan pada perbedaan-perbedaan yang tidak bisa disatukan,” kata Abdullah. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar