Politik Pemerintahan

Ketua FKUB Malang: People Power Bertentangan dengan Agama dan Budaya

Menyikapi situasi politik dan kondisi pasca Pemilu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang, KH.Romadlon Chotib mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang.

Malang (beritajatim.com.com) -Menyikapi situasi politik dan kondisi pasca Pemilu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang, KH Romadlon Chotib mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang.

Tidak terpancing provokasi segelintir tokoh politik untuk turun ke jalan melakukan people power atau gerakan rakyat.

“Kepada seluruh masyarakat atau tokoh yang mengajak turun je jalan melakukan people power, maka dengan ini FKUB Kabupaten Malang secara tegas menolak adanya people power,” kata Kiai Romadlon, Senin (13/5/2019) sore.

Alasan penolakan itu, urai Kiai Romadlon, people power sangat bertentangan dengan adat budaya bangsa Indonesia yang dikenal santun, rukun dan menghargai perbedaan.

“People power sangat bertentangan dengan agama. Apapun agama kita, semua menyakini bahwa kebenaran mutlak hanya milik Tuhan. Manusia, siapapun dan apapun agamanya tidak berhak menjustifikasi kebenaran Tuhan. Maka people power sangat bertentangan dengan agama,” ungkap Kiai Romadlon.

Atas potensi kisruh pasca Pilpres dan Pemilu, FKUB Kabupaten Malang menganjurkan pada masyarakat untuk lebih berhati-hati, sabar dan tidak mudah emosi maupun termakan provokasi dan ajakan untuk melakukan people power.

“Kami berpesan agar masyarat tetap sabar dan tidak emosi. Jangan termakan provokasi untuk ikut people power yang bisa berpotensi munculnya permusuhan, perpecahan dan disintegrasi bangsa,” tandas Kiai Romadlon. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar