Politik Pemerintahan

Kesatuan Pengaman Kabupaten Banyuwangi Jaga Ketat Pemilu 2019

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi merapatkan barisan untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang. Beberapa kesatuan di bawah pemerintah kabupaten yang memiliki kompetensi dalam bidang keamanan mulai turut disiagakan.

Hal tersebut terungkap dalam gelar pasukan yang dirangkai dengan peringatan hari lahir Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-100, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-60 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat-Linmas) ke-57 di Taman Blambangan, Senin (18/3/2019).

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko yang menjadi inspektur upacara meminta berbagai kesatuan tersebut, untuk menjadi agen aktif dalam menyukseskan Pemilu. “Tidak boleh hanya pasif. Harus aktif. Lawan segala parasit demokrasi, seperti halnya money politik, ujaran kebencian dan hoax, agar terwujud Pemilu yang bersih dan damai,” ungkap Yusuf.

Selain aparat kepolisian dan TNI, imbuh Yusuf, keberadaan satuan sipil memiliki peran penting dalam menyukseskan Pemilu.

“Mereka akan terlibat langsung dalam pengamanan Pemilu sebelum pelaksanaan, hari-H, hingga penghitungan di tingkat kabupaten tuntas. Kita akan terus bangun koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI, untuk kesiapan dan kemananan pemilu,” imbunya.

Pada pelaksanaan Pemilu 2019, untuk pertama kalinya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan secara bersamaan dengan pemilihan DPR RI, DPRD Tk. I, DPRD Tk. II dan DPD. Di Banyuwangi sendiri, akan dilaksanakan pemilihan di 5.120 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 217 desa/kelurahan seluruh Banyuwangi.

Sementara itu, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi Anacleto da Silva menyebutkan pasukannya telah melakukan berbagai simulasi keamanan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pemilu.

“Kita menyiapkan sejumlah pasukan di berbagai kecamatan. Selain itu, Damkar juga kita sebar di beberapa pos sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran yang tidak disengaja maupun karena adanya gerakan massa,” terangnya.

Kesiapan juga terlihat di Satuan Pengamana Lingkungan (Sat-Linmas). Satuan Linmas akan berjaga secara langsung di TPS, Kantor Desa/ Kelurahan, dan juga Kantor Kecamatan. “Di masing-masing TPS ada dua orang Linmas, di Kantor Desa ada 7 orang Linmas, sedangkan di Kantor Kecamatan ada lima orang,” imbuh Anacleto. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar