Politik Pemerintahan

Jalur Kereta Api di Madura Dihidupkan 2020?

Ketua Lakpesdam NU Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana mengaktifkan kembali transportasi kereta api di Madura. Sayangnya sampai saat ini informasi tersebut belum banyak diketahui oleh warga pulau garam khususnya yang berada di Kabupaten Sampang.

Rencana Pemprov Jatim untuk mengaktifkan Kereta Api mendapatkan perhatian khusus dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang.

Faisol Ramdani, Ketua Lakspesdam NU Sampang mengatakan, pada prinsipnya rencana Pemerintah Provinsi Jatim untuk mengaktifkan kembali transportasi kereta api di Madura perlu diapresiasi. Namun, langkah awal yang perlu ditempuh pemangku kebijakan harus ada sosialisasi yang massif ke masyarakat. Mengingat banyak lahan rel kereta api sudah ditempati bangunan permanen.

Lanjut Faisol Ramdani, sosialiasi tersebut sangat dibutuhkan guna meminimalisir konflik dengan warga saat dibangun nantinya. Tidak hanya itu, sosialisasi juga harus secara terbuka menjelaskan hak dan kewajiban warga, misalnya ada warga yang sudah bangun rumah di tanah jalur rel kereta api, apakah bangunannya itu mendapat ganti rugi apa tidak. jika dapat ganti rugi bagaimana teknisnya serta lain lainya.

“Informasi yang kami dapat dari beberapa mitra di Jakarta, rencana mengaktifkan kereta api di Madura masih tahap survei lokasi akan dimulai 2020. Kami berharap pola pendekatan terhadap masyarakat Madura, wabil khusus di Kabupaten Sampang harus benar-benar maksimal,” terangnya, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut Faisol menambahkan, pemerintah Provinsi Jatim saat ini masih meminta PT KAI turun secara khusus untuk mengecek kembali kondisi rel dan stasiun. “Karena beberapa stasiun sudah terlihat rusak dan perlu dibangun, maka harus dibangun. Sebab, kereta api diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan, terutama di Madura,” tandasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar