Politik Pemerintahan

Keputusan Pleno Penetapan Caleg DPRD Jember Digugat ke PTUN

Eko Yuchdi Yuchendi

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Jember, Jawa Timur, menempuh jalur hukum untuk membatalkan keputusan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum setempat yang menetapkan calon legislator DPRD tingkat kabupaten di Daerah Pemilihan II pada 2 Mei 2019.

Hanura menuntut agar keputusan KPU Jember dibatalkan karena cacat hukum, menyusul adanya kesalahan dalam surat suara pemilu 2019. Ariandri Shifa Laksono, calon legislator DPRD Jember nomor urut 5 di Daerah Pemilihan II, tidak tercantum dalam surat suara. Dalam surat suara justru tercantum nama Sugeng Hariyadi, calon legislator yang sudah meninggal dunia dan sudah diusulkan pergantiannya oleh DPC Hanura sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

“Kami segera akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, minggu depan. Jangan sampai tanggal 22 Mei (jadwal penetapan hasil pemilu tingkat nasional),” kata Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM DPC Hanura Jember Hadi Eko Yuchdi Yuchendi, Kamis (9/5/2019) malam. Surat gugatan itu akan dilayangkan bersamaan dengan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jember.

Apakah Hanura menginginkan adanya pemungutan suara ulang caleg DPRD Jember di Dapil II? “Kami tidak mengarah ke sana. Intinya karena itu cacat hukum, maka batal demi hukum. PTUN kan bisa membatalkan SK itu. (PSU atau tidak) bukan permintaan Hanura. Ini ada orang yang hak dipilihnya dipotong, dikebiri, dipangkas, tidak dihargai. KPU tidak segera mengambil langkah,” kata Eko. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar