Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya 2020

Keponakan Mahfud MD Mulai Dapat Dukungan Emak-emak dan Milenial

Surabaya (beritajatim.com) – Tokoh muda NU yang masih keponakan mantan Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Mahfud MD, Firman Syah Ali didorong maju di Pilwali Surabaya 2020 oleh sejumlah tokoh masyarakat Surabaya.

Firman Syah Ali yang juga Bendahara Umum IKA PMII Jatim ini menjadi pilihan Wahyu Cahyonegoro, salah satu tokoh masyarakat eks-Lokalisasi Dolly dan Jarak Surabaya. Wahyu menyebut, sejumlah tokoh simpul Surabaya sudah akrab dengan Firman Syah Ali. “Terutama emak-emak dan kaum milenial sudah tidak asing lagi dengan Mas Firman Syah Ali,” ujarnya.

Saat ini, Wahyu mengaku sedang menggalang dukungan ke sejumlah titik simpul seantero Surabaya agar Firman Syah Ali bisa ikut kontestasi di Pilwali Surabaya pada September 2020.

“Sementara dukungan KTP dulu untuk persiapan jalur independen. Kalau ada parpol yang menerima, kami ikut aja.
Saya yakin Mas Firman mampu membawa warga Surabaya yang tiga juta lebih ini menuju masa depan yang lebih cerah, lebih maju dan lebih makmur,” katanya.

Dukungan kepada Firman ini juga mendapat angin segar dari sejumlah aktivis PMII, termasuk Bupati Bangkalan. Ketua PC PMII Bangkalan Baijuri menyebut, figur Firman Syah Ali salah satu kader terbaik PMII yang wajib didukung dalam pencalonan di Pilwali Surabaya 2020.

 

“Beliau kader terbaik PMII. Seorang kader fardhu ‘ain mendukung senior,” tuturnya saat memberikan sambutan pembukaan PKL PMII Jawa Timur di Pendopo Bupati Bangkalan, Minggu (21/7/2019).

Dukungan serupa disampaikan Ketua PKC PMII Jawa Timur, Abdul Ghoni. Dalam sambutan di tempat yang sama, dia mengaku sedang menggodok rekomendasi dukungan kepada senior Firman Syah Ali yang digadang-gadang sebagai penerus Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

“Kami pasti mendukung. Dan, kami akan pertimbangkan untuk memberi surat rekomendasi nantinya. Seorang kader memang harus pantang mundur,” tegasnya.

Firman Syah Ali juga ikut hadir dalam acara pembukaan PKL PMII Jawa Timur. Termasuk Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron yang ikut membuka acara PKL PMII Jawa Timur.

Dalam sambutan, Bupati Latif ikut menyambungkan doa agar Firman Syah Ali terjaring dalam bursa Pilwali Surabaya 2020 dan sekaligus terpilih. “Semoga Mas Firman Syah Ali lolos dalam bursa pencalonan Pilwali Kota Surabaya. Dan, bisa terkabul hajatnya dengan baik,” ucapnya.

Bupati yang memiliki trah dengan Kiai Kholil Bangkalan ini menyarankan Firman Syah Ali agar terus mencari dukungan sebanyak-banyaknya. “Harus cari dukungan, Mas Firman. Saya juga dulu waktu mau mencalonkan bupati cari dukungan kemana-mana,” ujarnya seraya tersenyum.

Firman Syah Ali usai acara mengaku tak menduga dukungan begitu mengalir kepada dirinya. Firman merasa bersyukur dan berterima kasih kepada segenap elemen yang telah memberikan dukungan kepada dirinya.

“Terima kasih atas dorongan dan kepercayaan masyarakat Surabaya, sahabat PB PMII, Ketua PKC PMII Jatim dan Ketua PC PMII Bangkalan. Terkhusus dukungan dari Bupati Bangkalan. Insya Allah saya jadikan bahan pertimbangan yang utama. Karena PMII itu komunitas inti saya dalam politik,” tuturnya santai namun penuh takdhim.

Sejumlah tokoh muda yang memiliki potensi untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020, mulai jadi buah bibir. Mereka tokoh muda milenial yang dinilai populer, profesional dan memiliki basis pemilih serta elektabilitas yang tak diragukan.

Salah satu diantara nama-nama yang diperbincangkan ada nama Firman Syah Ali. Siapa Firman Syah Ali? Firman, panggilan akrabnya adalah salah satu keponakan Mahfud MD. Firman lahir di Pamekasan, 42 tahun lalu.

Sewaktu muda, Firman aktif di organisasi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan ISNU sekitar tahun 2003 hingga 2008 di Madura. Termasuk aktif di Gerakan Pemuda Ansor dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Keseharian, Firman sebagai ASN Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Meski berstatus ASN, tapi kiprah dan aktivitasnya tak jauh beda dengan para politisi. Maklum, sejumlah elit  NU dan elit parpol di Jawa Timur masih teman karib Firman. Sehingga, jejaring Firman tersebar di berbagai parpol di Surabaya dan Jawa Timur.

“Saya ucapkan banyak terima kasih. Saya masih akan konsultasi ke sejumlah kiai NU. Mohon saran kepada para kiai NU dan para senior di NU, IKA PMII. Langkah apa yang akan ditempuh menghadapi Pilwali Surabaya,” pungkas Firman. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar