Politik Pemerintahan

Keponakan Khofifah Optimis Dapat Rekom PDIP

Surabaya (beritajatim.com) – Keponakan Gubernur Jatim Khofifah, Lia Istifhama, mengaku optimis mendapatkan rekom PDIP dalam Pilwali Surabaya 2020. Ia sendiri mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota.

“Optimisme ini saya dasari beberapa hal. Salah satunya adalah keyakinan masyarakat serta dukungannya kepada kami. Ini kan modal utama yang sangat kuat. Tentunya, sebagai partai besar, PDIP kan tidak ingin bertaruh untuk itu. Ini kan ada yang jelas,” ujar Lia.

Dirinya pun mengatakan bahwa semua ini kompetisi yang sehat menuju proses memimpin Surabaya. Pihaknya optimistis meski bersaing, tetap akan menjaga hubungan dengan baik. Proses masih panjang untuk siapa yang bakal maju diusung sebagai calon walikota.

“Ada (komunikasi dengan partai lain). Nanti njenengan bisa tunggu, saya akan komunikasi dengan partai lain. Jadi, itu semua sifatnya bersilaturahmi. Apapun itu bisa terjadi kalau Allah menakdirkan,” tegas Lia.

Sebelumnya, Lia juga telah meluncurkan program Nawa Tirta yang menjadi andalannya untuk memajukan Kota Pahlawan.

Dengan dilaunchingnya program Nawa Tirta ini, Lia menjadi satu-satunya Bacawali Surabaya yang telah berani mengeluarkan program prioritas. Sementara figur lainnya yang sudah deklarasi ataupun yang telah muncul dimedia belum ada yang menawarkan program seperti Ning Lia.

Launching program Nawa Tirta itu disampaikan bersamaan dengan pelantikan Forum Indonesia Bersatu Kota Surabaya dan Deklarasi Bhinneka Tunggal Ika di Atrium Ciuptra World, Senin (9/9).

Sembilan program Nawa Tirta milik Ning Lia yang sekaligus ketua Forum Indonesia Bersatu Surabaya itu, yakni pertama; Wani Rembukan yang artinya wujudkan reduksi kriminalisme melalui kredibilitas hukum dan menjaga keamanan.

Kedua; Mbecak yang memiliki arti mengurangi beban kemacetan dan budaya aman berkendara, tiga; Semanggi yang artinya semangat membangun kota religi, empat; Seduluran artinya jaga sejarah dan budaya leluhur Suroboyoan.

Kelima; Ringkes berarti birokrasi yang berakses kemudahan dan anti korupsi, keenam; Waras artinya mewujudkan strategi penanganan banjir dan permasalahan kesehatan, ketujuh; Akas yang artinya pembangunan infrastruktur yang merata dan seimbang, delapan Grapyak memiliki arti gerakan ekonomi produktif masyarakat dan kesembilan; Sinau artinya akses pendidikan merata untuk semua.

“Kenapa harus Nawa?. Dalam bilangan sanksekerta Nawa berarti sembilan. Sembilan merupakan angka tertinggi. Dari sembilan, jika tidak selesai dalam angka tersebut kembali ke angka satu, dua dan seterusnya. Angka sembilan juga simbol dari wali songo,” ujar Ning Lia, saat memberikan paparan terkait program Nawa Tirta-nya.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar