Politik Pemerintahan

Kepala DLH Jatim Masuk Pemeriksaan di Inspektorat Provinsi

Surabaya (beritajatim.com) – Nama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim, Diah Susilowati disebut-sebut terlibat mengizinkan penimbunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Markas TNI AU, Raci, Pasuruan (Primkopau I Lanud Surabaya).

Lembaga konsultan milik anak Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim bernama Geo-Enviro juga diduga terlibat dalam pengurusan perizinan sejumlah dokumen perusahaan pengangkut, pemanfaat dan penimbun limbah B3. Belakangan ini, Diah mengklarifikasi bukan perusahaan konsultan milik anaknya, melainkan menantunya.

“Iya, Kepala Inspektorat sudah menelpon saya untuk mengklarifikasi. Saya belum dipanggil. Saya juga akan melapor secara tertulis kepada Gubernur Jatim Bu Khofifah Indar Parawansa untuk menjelaskan masalah ini. Nggak masalah. Besok akan saya kirim laporan tertulis. Baru dengar 1-2 hari ini,” jelasnya kepada beritajatim.com di kantornya, Rabu (20/2/2019).

Diah mengaku dirinya tidak bersalah dalam kasus ini. “Apa ada yang salah? Saya kan hanya membantu agar mereka mengurus izin atau dokumen agar legal. Bukan semua perizinan yang dibantu. Itu berita ngawur kalau dibilang seperti itu,” tuturnya.

Pihaknya juga akan menelusuri jika memang ada anak buahnya atau jajaran di DLH Jatim yang bermain-main dalam perizinan limbah B3. “Ini saya kok merasa seperti ada orang yang ingin menjatuhkan saya. Saya itu tugasnya penegakkan hukum di bidang lingkungan, nggak mungkin saya melanggar sendiri,” tegasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar