Politik Pemerintahan

Kenapa Jalan Simpang Dukuh Perlu Dilebarkan?

Surabaya (beritajatim.com) – Pelebaran Jalan Simpang Dukuh Kota Surabaya dipercepat guna mendukung rekayasa lalu lintas di Jalan Yos Sudarso untuk keperluan pelaksanaan pile integrity test (PIT) pengerjaan proyek alun-alun di ibu kota Provinsi Jawa Timur ini.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Ganjar Siswo Pramono mengatakan, Dinas Perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan sebagian lalu lintas di Jalan Yos Sudarso ke Jalan Simpang Dukuh Surabaya.

“Untuk Simpang Dukuh kan buat rekayasa lalu lintas, kita upayakan yang bisa dikerjakan jalannya ya kita kerjakan lebih dulu, untuk salurannya belakangan, biar bisa dipakai,” katanya, Senin (24/6/2019).

Menurut dia, untuk penyelesain pelebaran Jalan Simpang dukuh beserta box culvert dan pedestrian sesuai perencanaan ditargetkan semua selesai pada September 2019, sehingga tidak bisa dilakukan akhir Juni.

Untuk pekerjaan pelebaran jalan, saluran air dan pedestrian di Jalan Simpang Dukuh sepanjang 258 meter dianggarkan Rp4 milliar. Untuk itu, lanjut dia, pekerjaan pelebaran jalan akan dilakukan siang dan malam hari. “Pekerjaan jalannya kita dahulukan agar bisa digunakan,” katanya.

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DKPCKTR) Surabaya, Iman Krestian, sebelumnya mengatakan rencana menutup separuh Jalan Yos Sudarso untuk pelaksanaan PIT pengerjaan proyek Alun-alun Surabaya yang sebelumnya dilaksanakan pada 20–24 Juni 2019 dimundurkan menjadi 1-4 Juni 2019.

“Karena pada tanggal tersebut ada kegiatan, jadi kita tunda penutupan separuh jalan dan tes PIT, biar tidak semakin menambah kemacetan arus lalu lintas,” kata Iman.

Meskipun demikian, lanjut dia, rekayasa lalu lintas tidak ada perubahan. Saat dilakukan penutupan Jalan Yos Sudarso sisi barat, kendaraan yang melintas di depan Gubernur Suryo menuju Jalan Yos Sudarso, kemudian dialihkan ke Jalan Panglima Sudirman.

Sementara itu, Iman menyebut, untuk pengendara roda empat yang melintasi rute Jalan Basuki Rahmad menuju Gubenur Suryo akan dialihkan ke Jalan Embong Malang, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas. Sedangkan roda empat kemungkinan dialihkan melalui Jalan Simpang Dukuh.

Adapun rekayasa lalu lintas Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso kemudian diarahkan ke Jalan Panglima Sudirman. Sedangkan untuk arus lalu lintas dari Jalan Stasiun Gubeng diarahkan lurus menuju Jalan Sumatera. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar