Politik Pemerintahan

Kemaksiatan Mulai Marak, Belasan Ulama Datangi DPRD Sampang

Audensi Majelis Silaturahmi Ulama dengan anggota DPRD Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Prihatin dengan kondisi meningkatnya peredaran narkoba, kemudian terbangunnya tempat wisata yang sedikit berbau kemaksiatan serta muncul faham-faham yang tidak sesuai dengan Ahlus sunnah wal jamaah. Belasan Kiai dan Ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Ulama mendatangi gedung DPRD Sampang, Selasa (24/9/2019).

“Ulama hanya menyampaikan keluh kesah warga tentang maraknya peredaran narkoba, kemaksiatan dan munculnya faham-faham yang kami nilai menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran pendahulu kita, maka dari itu kita duduk bareng dengan anggota legislatif untuk bisa memberikan solusi guna menentukan arah kebijakan,” kata KH Ahmad Yahya Hamdidudin, mewakil para ulama yang hadir di gedung DPRD Sampang.

Lebih lanjut KH Ahmad Yahya Hamdidudin ini mengatakan, tahun 1981 lalu, Pemerintan Kabupaten Sampang, telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan pelacuran dan peredaran minuman keras. Bahkan, Perda tersebut disahkan sebelum kabupaten lainnya. “Sebelumnya kita juga pernah berdialog dengan Forkopimda, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban,” imbuhnya.

Menanggapi kedatangan para ulama ini, Fadol, Ketua DPRD Sampang, mengaku sepakat dan mendukung apa yang disampaikan oleh para ulama yakni memberantas peredaran narkoba, kedua kemaksiatan dan terakhir faham radikal alias Syiah. “Kita mendukung program Majelis Silaturahmi Ulama dengan menandatangi kesepakatan bersama,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar