Politik Pemerintahan

Kedatangan Bupati Ana dari Inggris Akan Disambut Demo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dikabarkan akan tiba di ruang kerjanya pada Rabu (19/6/2019) setelah melakukan lawatan ke London, Inggris. Dalam lawatannya itu bupati menghadiri undangan acara Young International Professional Association (YIPA) selama sepekan terakhir.

Kedatangannya kembali ke Bojonegoro rencananya disambut aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII cabang Bojonegoro. Aksi tersebut mempertanyakan janji politik saat kampanye yang akan memberikan Kartu Petani Mandiri (KPM) bagi para petani. Namun, kartu tersebut dinilai belum banyak tersentuh oleh para petani sejak usai dilantik pada Senin (24/9/2018).

“Iya, besok kami akan melakukan aksi mempertanyakan KPM. Program tersebut tidak bisa menyeluruh karena yang bisa mengakses hanya petani yang tergabung dalam kelompok tani sesuai Perbup no 48 tahun 2018 tentang program petani mandiri,” ujar Ketua Umum PMII Cabang Bojonegoro, M Nur Hayam, Selasa (18/6/2019).

Sekadar diketahui, aksi tersebut akan dilakukan dari Bundaran Adipura. Kemudian dilanjutkan jalan ke Pendopo Pemkab Bojonegoro. Sedangkan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah juga dikabarkan baru akan berkantor kembali sepulang dari Inggris bersama rombongan. Diantaranya, suaminya Muh Ali Duppa yang menjadi anggota Dewan Riset Daerah (DRD).

Selain itu, Pj Sekda Yayan Rohman, Kepala Badan Pendapatan Daerah Hery Sudjarwo dan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati Rochmad Sholeh Farhoki. Menurut Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiharto, rombongan bertolak ke Inggris dalam rangka menghadiri undangan YIPA, untuk promosi pariwisata dan investor meeting oil dan gas Kabupaten Bojonegoro.

“Dalam rangka menghadiri undangan YIPA dan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Sekretaris Negara serta Gubernur Jawa Timur,” ujar Heru.

Perjalanan dinas bupati mulai 11-18 Juni 2019 itu sempat disoal karena menelan anggaran Rp 954 juta yang diambil dari APBD. Namun, dalam konfirmasinya, Anna Mu’awanah mengatakan bahwa kepergian suaminya yang turut serta ke Inggris tersebut tidak menggunakan dana APBD. Selain itu, orang nomor satu di Bojonegoro itu juga mengatakan bahwa proses perizinan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri itu lengkap dari Gubernur Jawa Timur, Mendagri dan Mensesneg.

“Biaya perjalanan dasarnya permenkue dan (plafon batas). Perjalanan ke luar negeri adalah hal yang biasa dan diatur Undang-undang. Lima bulan kedepan kami juga rencana rapat forum kepala daerah se asia pasific di Brisbane Australia,” ungkapnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar