Politik Pemerintahan

Kecewa, Wasito Bacakades Kaligondo Banyuwangi Wadul Presiden

Banyuwangi (beritajatim.com) – Wasito Bakal Calon Kepada Desa (Bacakades) Kaligondo Kecamatan Genteng, melakukan aksi tunggal di depan Istana Negara. Memakai seragam keki lengkap dengan topi, Wasito membentangkan spanduk bertuliskan “Bismillahirrahmanirrahim, Saya Minta Keadilan Kepada Bapak H. Joko Widodo Presiden RI”.

Aksinya merupakan bentuk upaya keadilan lantaran merasa dicurangi saat proses seleksi menuju calon kepala desa.

“Intinya berkaitan dengan seleksi Kepala Desa di Banyuwangi, terkait nilai jawaban saya yang nol. Saya minta keadialan bahwa ada dugaan kecurangan pansel independent yang harus diusut tuntas dan harus membuktikan nilai soal jawaban saya,” ungkap Wasito dikonfirmasi via telphone usai menggelar aksi, Senin (2/9/2019).

Bacakades yang juga petahana ini mengungkapkan, dirinya merasa didzolimi. Bahkan, ia menilai adanya pembunuhan karakter saat uji tes tulis dilakukan. Terlebih saat melihat hasil tes dirinya mendapat nilai nol (0).

“Hasil ini membuat stigma negatif terhadap dirinya di mata masyarakat. Ini kan dzolim. Terus terang yang buat saya nangis, orang Kaligondo yang tidak suka sama saya. Sehinga muncul tudingan saya itu orang Go***k, itu yang bikin saya nangis. Kasihan isteri saya,”

“Masak dari 80 soal pilihan ganda saya dapat nol. Ini jelas ada permainan, karena saat saya minta lembar jawaban soal saya mereka tidak bisa memberikan,” ungkapnya.

Kekecewaan memuncak saat Wasito mencari tahu ke panitia Pilkades Pemkab Banyuwangi. Saat itu, dirinya justru mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari Panitia Desk Pilkades Pemkab Banyuwangi.

“Panitia mengatakan kalau urusan nilai yang tahu ya Jember (Tim Independent). Lha kok piye?,” katanya.

Lantas, Wasito sebenarnya tidak imgin mempersoalkan dirinya tidak lolos sebagai cakades. Asal, hasil tes tulis benar-benar murni tanpa ada rekayasa.

“Ini aneh, saya minta lembar jawabannya tidak dikasih. Ini permainan,” terangnya.

Aksi tunggal dirinya ini mengundang perhatian. Meski niatannya tersebut belum sampai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara.

“Jadi saya aksi tadi sendirian. Saya dianu sama polisi akhirnya dimintai keterangan, ya saya jelaskan begitu. Saya kan tidak tahu aturannya aksi di Istana Presiden,”

“Saya akan memenuhi syarat untuk menyampaikan surat ke Pak Jokowi,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar