Politik Pemerintahan

Ke Banyuwangi, KPK Bawa Sebuah Bus

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Kabupaten Banyuwangi dengan membawa sebuah bus. Kedatangannya ke Bumi Blambangan tidak lain dalam rangka Roadshow bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi”.

Turut dalam rombongan tersebut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, dan Koordinator Wilayah 6 KPK, Asep Rahmat. Roadshow Bus KPK tersebut dipusatkan di depan Mall Pelayanan Publik Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Forpimda lain turut serta dalam acara tersebut.

“Roadshow bus ini adalah sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat. KPK Ingin membangun dan mengajak warga untuk menegakkan integritas,” jelas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Selasa (23/7/2019).

Bus KPK di Banyuwangi tersebut menyelenggarakan beragam kegiatan dalam upaya memberikan edukasi antikorupsi selama dua hari pada 23 – 24 Juli 2019.

Bus yang menjadi maskot KPK tersebut, kata Saut, dilengkapi perangkat peraga visual terkait tugas-tugas KPK. Sehingga masyarakat bisa memahami tugas-tugas KPK dengan cara yang fun dan edukatif.

“Semua yang kami lakukan ini tidak lain hanya untuk kesejahteraan bangsa ini. Kalau sudah sejahtera, kita bisa meningkatkan daya saing bangsa. Seperti Banyuwangi, yang berhasil meningkatkan perkembangan daerahnya, jumlah wisatawan domestiknya mencapai 5 juta, pasti daya saing warganya meningkat,” jelas Saut.

Dalam kesempatan itu, Saut juga disuguhkan berbagai kesenian yang dimainkan oleh siswa SD-SMP. Sehari sebelumnya, Saut juga menyaksikan penampilan seni tari dan hadrah dari siswa SMA Banywuangi saat memberikan motivasi kepada ribuan ASN Banyuwangi.

“Terima kasih kepada Banyuwangi yang telah mengenalkan tradisi dan budaya lokalnya kepada siswa SD. Mereka dikenalkan dan dilatih berkesenian, yang otomatis melatih keseimbangan otak kiri dan kanan mereka. Apa yang dilakukan Banyuwangi ini sejalan dengan apa yang telah menjadi perhatian KPK selama ini, yakni bagaimana kearifan lokal bisa menumbuhkan integritas yang tinggi bagi penduduk bangsa ini,” kata Saut.

Untuk itu, Saut ingin agar kearifan lokal dengan berbagai wujud seni tradisi di Banyuwangi bisa langgeng.

“Kita bangga dengan inovasi yang dilakukan Banyuwangi. Ini harus dijaga. Dan KPK siap akan membantu keberlangsungan ini dengan terus meningkatkan integritas seluruh elemen di Banyuwangi,” kata Saut.

Acara Roadshow Bus KPK tersebut terbuka untuk umum, sehingga siapapun bisa datang dan mendapatkan informasi yang diinginkan terkait bagaimana KPK membangun dan menanamkan antikorupsi di Indonesia. Warga diajak nonton film bertema anti korupsi. Ratusan siswa juga diajak bermain tradisional yang diharapkan memicu nilai-nilai kebaikan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullab Azwar Anas menyambut hangat kedatangan roadshow bus KPK tersebut. “Masyarakat Banyuwangi, termasuk para pelajar, bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan berbagai hal positif dalam upaya membangun nilai-nilai kebaikan,” ujar Anas.

Anas ingin ke depan terbangun kolaborasi dengan KPK dan lembaga hukum lainnya untuk bersama-sama menanamkan nilai-nilai integritas di masyarakat, termasuk sejak usia dini.

“Misalnya di Banyuwangi ada program Siswa Asuh Sebaya, dengan dana yang dikumpulkan siswa hingga Rp17 miliar. Polanya dari siswa, oleh siswa, untuk siswa. Itu merupakan praktik langsung nilai-nilai kepercayaan karena pengelolaan uangnya dilakukan sendiri oleh siswa,” jelas Anas. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar