Politik Pemerintahan

Kapolres Pamekasan: Jadikan Pilkades sebagai Ajang Pemersatu Perbedaan

Pamekasan (beritajatim.com) – Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo mengajak masyarakat agar menjadikan pesta demokrasi tingkat desa, yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebagai ajang pemersatu perbedaan.

Pelaksanaan pesta rakyat tersebut nantinya akan digelar serentak di sebanyak 93 desa yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Masyarakat bakal memilih pemimpin secara serentak pada 11 September 2019 mendatang.

“Pilkades jangan jadikan sebagai ajang permusuhan, mari jadikan pilkades sebagai ajang pemersatu perbedaan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo, Kamis (8/8/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pesta enam tahunan tingkat desa. “Mari sukseskan pilkades serentak di Pamekasan, ciptakan Pamekasan aman dan damai,” imbaunya.

“Berbeda pilihan dalam pelaksanaan pilkades tidak menjadi masalah, terpenting kebersamaan dan silaturrahmi tetap terjaga,” pungkas pimpinan yang akrab disapa Pak Teguh.

Dari total sebanyak 93 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak, tercatat tiga kecamatan berbeda masuk katagori terbanyak yang akan melaksanakan pilkades. Masing-masing kecamatan Proppo dengan total sebanyak 13 desa, disusul kecamatan Pademawu sebanyak 12 desa, serta kecamatan Tlanakan dengan 11 desa.

Sementara dua kecamatan dengan jumlah desa paling sedikit yang akan melaksanakan pilkades serentak, yakni kecamatan Pamekasan (Kota), yakni hanya empat desa berbeda; Desa Laden, Nyalabuh Dheje, Toronan, dan Teja Timur. Terakhir Kecamatan Waru, yakni Desa Ragang, Tampojung Pregi dan Tlonto Ares. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar