Politik Pemerintahan

Kandidat Pimpinan DPRD Pamekasan dari Partai Demokrat

Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan, Hermanto. Kandidat Pimpinan DPRD Pamekasan, Periode 2019-2024.

Pamekasan (beritajatim.com) – Perolehan sebanyak 6 (enam) kursi legislatif pada pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, menjadikan Partai Demokrat kembali mendapatkan jatah pimpinan di lingkungan DPRD Pamekasan, Periode 2019-2024.

Dari total enam kursi tersebut, tiga di antaranya merupakan legislator berstatus incumbent, yakni Hermanto, Ismail dan Moh Ali. Sedangkan tiga nama lainnya merupakan wajah baru, yakni Deajeng Pangestu, Heriyanto dan Ahmad Fauzi.

Namun dari enam anggota tersebut, para dewan incumbent diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat sebagai kandidat pimpinan di Gedung Wakil Rakyat di Jl Kabupaten 107 Pamekasan. Hanya saja hanya dua anggota yang mengikuti test and proper test. 

Politisi Partai Demokrat, Ismail. Sempat menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Periode 2019-2024.

Sedangkan Moh Ali tidak mengikuti tahapan seleksi calon pimpinan seperti yang dijalani dua kompatriot lainnya. Sehingga hanya dua nama yang dipastikan masuk sebagai kandidat pimpinan DPRD Pamekasan, yakni atas nama Hermanto dan Ismail.

Dengan komposisi tersebut, Hermanto maupun Ismail sama-sama memiliki peluang untuk menjabat sebagai pimpinan di legislatif. Terlebih keduanya juga memiliki pengalaman dalam aspek kepartaian maupun kedewanan tempat mereka mengabdi.

Namun demikian, keduanya juga memasrahkan pemilihan sebagai pimpinan terhadap kebijakan dan keputusan dari DPP Partai Demokrat. “Soal keputusan itu bukan kesenangan kami, tetapi sudah menjadi kewenangan DPP,” kata Hermanto, Selasa (3/9/2019).

Bahkan dirinya juga mengaku belum mengetahui deadline penetapan tersebut, sebab hal tersebut menjadi wewenang pusat. “Kami belum memastikan kapan (rekomendasi turun), semoga keputusan ini segera keluar,” ungkap politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Pamekasan.

Tidak hanya itu, politisi yang akrab disapa Herman juga menjelaskan beberapa kreteria pimpinan di Partai Politik (Parpol) berlogo Mercy. “Penentuan layak dan tidaknya sebagai pimpinan DPRD itu berdasar struktur di kepengurusan partai, berpengalaman sebagai wakil rakyat dan loyal terhadap partai,” jelasnya.

Bahkan dirinya juga tetap menerima apapun keputusan partai, termasuk ketika tidak kembali terpilih sebagai pimpinan di DPRD Pamekasan. “DPP juga bisa mengambil usulan di luar usulan DPC (Demokrat Pamekasan). Kami dan Ismail tidak ada persaingan, karena kami hanya ingin bersama-sama membesarkan partai,” tegas Wakil Ketua DPRD Pamekasan Periode 2014-2019.

Hal senada juga disampaikan satu kandidat lainnya, yakni Ismail. Ia juga memasrahkan sepenuhnya terhadap keputusan partai. “Kami siap menerima apapun keputusan partai, termasuk soal siapa yang akan menjadi pimpinan di DPRD Pamekasan,” kata Ismail.

“Sebagai kader, kami harus tunduk dan patuh terhadap AD/ART Partai. Sehingga tidak ada istilah bersaing ataupun persaingan, apalagi keputusan itu mutlak menjadi hak DPP (Dewan Pimpinan Pusat),” pungkas politisi muda yang sempat menjabat sebagai Ketua Komisi 1 DPRD Pamekasan, periode 2014-2019. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar