Politik Pemerintahan

Kadisbudpar Banyuwangi: Arabisasi Itu Fitnah dan Hoaks

Banyuwangi (beritajatim.com) – Tudingan Arabisasi dalam pengembangan konsep pariwisata Banyuwangi dinilai tak tepat. Bahkan menanggapi postingan tulisan dalam sebuah media sosial itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M Yanuar Bramuda menyebut itu sebuah fitnah dan berita bohong atau hoaks.

“Dalam postingan itu jelas berisi settingan, editan, hoaks atau dalam bahasa islam itu adalah fitnah. Bahasa fitnah itu kejam, lebih kejam dari pembunuhan. Bahasa-bahasa itu yang nantinya akan kami luruskan bahwa itu tidak benar kepada pembaca,” jelas Bramuda, Minggu (30/6/2019).

Langkah kedepan, kata Bramuda, pihaknya akan berdiskusi dan berkoordinasi dengan tim internal Pemda Banyuwangi membahas kaitannya akan ada tindakan selanjutnya. Namun, paling awal pihaknya telah bertemu dengan pelaku pariwisata, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta budayawan untuk mengambil masukan dari mereka.

“Langkahnya masih akan berdiskusi karena menyangkut postingan di media sosial tentunya ada undang ITE yang mungkin diberlakukan. Sehingga sebenarnya mempermasalahkan itu juga bisa. Tapi kita ini masih akan dibahas internal,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di media sosial telah beredar tulisan yang menuding ada “Arabisasi” dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi hanya dengan merujuk pada pengembangan halal tourism di pantai kecil yang ada di Banyuwangi. Padahal, di Banyuwangi tradisi dan ritual adat khas Suku Osing begitu semarak digelar, bahkan masuk dalam kalender Banyuwangi Festival yang difasilitasi Pemda setempat.

“Halal tourism itu hanya strategi marketing semata. Tidak ada urusan dengan Arabisasi. Saya menyesalkan ini karena kita mengembangkan pariwisata Banyuwangi ini dengan kerja keras dan strategi, sekarang orang yang tidak tahu apa-apa seenaknya sendiri ngomong Arabisasi,”

“Coba dipikir, kalau orang kemudian batal ke Banyuwangi, warung-warung yang dulu dibanjiri wisatawan, rezekinya berkurang. Orang kadang asal menulis, tanpa berpikir dampaknya ke masyarakat luas yang telah merasakan hasil pengembangan pariwisata Banyuwangi,” pungkas Bramuda. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar