Politik Pemerintahan

Kades Pandanwangi Tegaskan Rekrutmen Perangkat Sesuai Mekanisme

Kepala Desa Pandanwangi saat melakukan tes wawancara. [foto/yusuf]

Jombang (beritajatim.com) – Kepala Desa (Kades) Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang, Haris Setyo Utomo, menegaskan bahwa rekrutmen perangkat desa di wilayahnya berlangsung secara transparan dan sesuai mekanisme. Pernyataan Kades tersebut sekaligus menepis rumor adanya jual beli jabatan dalam proses itu.

“Rekrutmen yang kami gelar Jumat (9/8/2019) kemarin diikuti empat calon. Mereka bersaing untu menduduki jabatan sebagai Kasi Pemerintahan Desa Pandanwangi. Kami pastikan proses tersebut sudah sesaui dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” kata Haris, Rabu (14/8/2019).

Aturan yang dimaksud Haris adalah Perbup (Peraturan Bupati) Jombang Nomor 18 Tahun 2019, tentang perubahan Perbup Nomor 15 tahun 2018, tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Dalam Perbup tersebut, ada dua mekanisme yang ditempuh. Pertama ujian tulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 70 %, serta ujian wawancara Kades yang bobotnya 30 %.

Setelah pendaftaran dibuka, ada empat calon yang mengikuti seleksi. Masing-masing Hendra Dwi Kurniawan, Rachmad Adi Ashari, Andika Mahenggra, serta Mujiono. Empat calon terebut kemudian mengikuti ujian CAT. Hasilnya, Hendra Dwi Kurniawan memperoleh nilai 290, Rachmad Adi Ashari 275, Andika Mahenggra 242, serta Mujiono mengantongi nilai 234.

“Apabila dirunutkan menjadi skor 40,6, 38,64, 33,88, serta 32,76. Setelah itu, berlanjut pada ujian wawancara oleh Kades, dengan materi seputar desa. Namun demikian, semua kewenangan berada di tangan panitia seleksi,” kata Haris sembari menegaskan tidak ada intervensi dari Kades.

Bahkan, lanjut Haris, pengumuman hasil ujian disampaikan secara langsung oleh pihak panitia. Maka sesuai tahapan yang dilalui, tim seleksi mengumumkan hasil sebagai berikut. Hendra Dwi Kurniawan memiliki total poin 58,1, Rachmad Adi Ashari 58,64, Andika Mahenggra 61,38, dan Mujiono 55,26. “Perhitungannya nilai hasil tes CAT, dikali 70 dan dibagi 500. Selanjutnya ditambah dengan 30 persen hasil tes wawancara,” beber Kades.

Kades juga memastikan bahwa dalam wawancara benar-benar menitikberatkan persoalan sederhana. Semisal menyebutkan jumlah Rukun Tetangga (RT) di masing-masing dusun, kemudian jumlah RW (rukun warga) yang ada di Desa Pandanwangi.

Bukan hanya itu, peserta juga dites menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. “Ini sebenarnya kurang etis kalau diungkap. Karena beberapa calon memiliki keterbatasan terkait pertanyaan tadi. Malah diantaranya ada yang tidak hafal lagu wajib Indonesia Raya,” kata Haris menandaskan.

Makanya, setelah semua rampung, Haris justru kaget setelah ada kabar yang menyerang dirinnya. Tidak hanya itu, salah satu orangtua calon perangkat yang emosi sempat melakukan perusakan kaca balai desa. Tragedi inilah yang sangat disesalkan oleh pihak desa.

“Soal perusakan, kita kedepankan penyelesaian tiga pilar sebagai bentuk pengayoman. Tidak dibawa ke ranah pidana. Semua harus menyadari bahwa seleksi ini bertujuan untuk membangun desa, untu kemajuan Desa Pandanwangi. Jadi jangan sampai ada yang terjerat perkara pidana,” pungkasnya. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar