Politik Pemerintahan

Kabupaten Mojokerto Raih Sejumlah Penghargaan di 2019

Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah pencapaian diraih Kabupaten Mojokerto selama tahun 2019. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Mojokerto didepan awak media saat realese akhir tahun di ruang Satya Bina Kusuma (SBK) Pemkab Mojokerto, Senin (30/12/2019).

Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, kegiatan fisik dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mojokerto 2019 diseimbangkan. “Per tanggal 27 kemarin, penyerapannya sudah 80 persen. Mudah-mudahan, sampai akhir tahun bisa sampai 90 persen,” ungkapnya.

Tahun 2019 Kabupaten Mojokerto mendapatkan banyak penghargaan. Seperti Kota Layak Anak (KLA), Puskesmas Gondang dinobatkan sebagai pelayanan ramah anak, Penghargaan Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019 itu diadakan oleh Yayasan Pengembangan Tata Kelola Indonesia melalui Indonesian Institute For Public Governance (IIPG) kategori silver.

“Kabupaten Mojokerto juga meraih Kabupaten Sehat, Ombudsman juga memberi dua penghargaan sekaligus terkait kepatuhan standar pelayanan publik. Predikat Kepatuhan Tinggi dengan nilai 99,63 dan Predikat Kepatuhan Tertinggi Tingkat Kabupaten. Padahal di tahun 2018, Kabupaten Mojokerto berada di zona merah,” katanya.

Selama lima tahun berturut-turut, lanjut Plt Bupati Mojokerto, Kabupaten Mojokerto meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Puskesmas Gayaman Kecamatan Mojoanyar masuk jajaran 25 besar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2019. Prestasi itu diraih melalui inovasi Nenek Cantik Pejuang ASI (NENCI).

“Seluruh puskesmas di Kabupaten Mojokerto hingga akhir 2019 sudah terakreditasi, padahal awal tahun 2018 baru Puskesmas Kutorejo yang terakreditasi. Pembangunan, pendidikan, insfrastruktur dan SDM kita harus seimbang karena kita bersaingan dengan kota lain sehingga harus lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menambahkan, jalan di Kabupaten Mojokerto ada 1.024.000 km. “Sebanyak 80 persen sudah dilakukan perbaikan. Jalan yang ada di industri, pariwisata mendapatkan prioritas,” ujarnya.

Bambang menambahkan, di Kabupaten Mojokerto ada 617 jembatan. Saat ini, lanjut Bambang, sedang dalam audit kelayakan jika perlu dilebarkan akan diusulkan tapi semua butuh proses terkait anggaran. Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Sekdakab Mojokerto dan Asisten I Pemkab Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar