Politik Pemerintahan

Kabupaten Mojokerto Jadi Tuan Rumah Peringatan Harganas Ke-26

Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto terpilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Provinsi Jawa Timur tahun 2019. Ini karena Kabupaten Mojokerto menerima mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat.

Penerimaan penghargaan sendiri akan diterima Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi pada peringatan Harganas XXIV di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 3-6 Juli 2019.

Rangkaian acara Harganas Provinsi Jawa Timur dimulai pada, Sabtu (29/6/2019) kemarin. Mulai dari pengarahan generasi berencana fellowship di Yonif 503 Mojosari dan pemantapan pengelolaan kelompok UPPKS dan pameran di Mojosari. Minggu (30/6/2019) digelar sejumlah acara.

Diantaranya, Mupen On The Road Jelajah Bumi Majapahit mengambil start di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto, seminar kependudukan dan KB di salah satu hotel di Kota Mojokerto, pameran dan gelar dagang produk unggulan UPPKS dagang di GOR Gajah Mada Mojosari, aksi GenRe membagikan souvenir di Mojosari.

Pembinaan PKB di salah satu hotel di Kabupaten Mojokerto, talkshow peringatan Harganas XXVI dan puncak acara digelar di GOR Mojosari dengan menggelar Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng. Peringatan Harganas yang tahun ini mengangkat tema ‘Hari Keluarga, Hari Kita Semua’ dengan slogan ‘Cinta Keluarga, Cinta Terencana’.

Rangkaian acara selain dihadiri Inspektur Utama BKKBN Pusat Agus Sukiswo, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Yan Rizal Makmur, juga hadir Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak yang merupakan istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyoroti perubahan pola komunikasi dan interaksi anggota keluarga, di tengah pesatnya dunia teknologi informasi khususnya media sosial. Ditambah kesibukan orang tua yang sama-sama bekerja. Hal ini dinilai bisa melemahkan ketahanan sebuah keluarga.

“Mari penguatan ketahanan keluarga dengan 4 konsep. Yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya serta keluarga peduli dan berbagi. Keluarga adalah wahana pertama dan utama. Dari sini karakter anak terbentuk. Keluarga harus diutamakan,” ungkapnya.

Masih kata Wakil Bupati, waktu sangat berharga untuk keluarga. Paling tidak bisa makan bareng satu meja bersama keluarga. Ini salah satu programnya BKKBN juga sehingga Pemkab Mojokerto juga bersinergi dengan membuat  Kampung KB, Forum Anak Majapahit dan program strategis lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan peran orang tua sebagai center of attention. Untuk mendidik anak, kedua orang tua harus membagi tugas dengan imbang. “Bagi saya keluarga adalah investasi. Baik Ayah atau Ibu, harus membagi tugas mendidik anak dengan imbang dan adil,” katanya.

Masih kata Arumi, apapun yang dilakukan orang tua, akan dicontoh oleh anak. Sebab orang tua adalah center of attention dalam keluarga. Sehingga Arumi, mengajak agar keluarga khususnya di Provinsi Jawa Timur harus bijaksana.

Harganas ke-26 tahun 2019 memang dipertajamkan dengan momentum pemberdayaan dan keikutsertaan keluarga, dengan mengangkat empat konsep utama membangun keluarga bahagia sejahtera. Yakni Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya serta Keluarga Peduli dan Berbagi.

Salah satu upaya yang sedang digagas BKKBN saat ini yakni Gerakan ‘Kembali ke Meja Makan’ dan gerakan ‘Tidak Melihat Media Sosial dan TV Pada Jam 18.00 – 21.00 atau Gerakan 1821’. Gerakan-gerakan ini, diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Waktu berkumpul dan berkomunkasi dengan keluarga memamng menjadi hal berharga saat ini.

Telebih hidup di era laju Industri 4.0 yang membawa dampaknya tersendiri. Di dalam industri 4.0, ada perkembangan teknologi internet yang luar biasa khususnya media sosial yang membuat interaksi sesama anggota keluarga berkurang. Serta dapat merubah pola asuh orang tua kepada anaknya.

Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota juga turut mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Melalui KKBPK, target pemerintah yang dilaksanakan di Kampung KB terintegrasi dengan program TP PKK, bisa dimaksimalkan. Antara lain optimalisasi pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak sejak di kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupan.

Perencanaan kehamilan yang baik sejak pra nikah dan selama mengandung, menurunkan angka fertilitas dan angka kematian ibu (AKI) melalui pelayanan KB yang bermutu, mengembangkan kualitas keluarga dengan memaksimalkan pelayanan sejuta Taman Posyandu (Posyandu, Paud dan BKB) serta melalui kelompok-kelompok kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita), BKR, (Bina Keluarga Remaja).

Dan BKL (Bina Keluarga Lansia), PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Generasi Berencana, dan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). Kesejahteraan keluarga juga lebih mudah dicapai, dengan berpegang teguh pada prinsip ‘2 Anak Cukup’.

Hal ini bisa diwujudkan melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dengan cara mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak, serta melaksanakan delapan Fungsi Keluarga (Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, Fungsi Lingkungan) secara baik. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar