Politik Pemerintahan

Jumlah Warga Miskin di Sampang Masih Tertinggi se Jatim

Sampang (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang, menyatakan jumlah warga miskin di wilayahnya masih menempati angka tertinggi di 38 Kabupaten/ Kota se Jawa Timur.

Menurut data di BPS setempat, angka kemiskinan di Sampang pada 2017 lalu sebanyak 23,56 % atau 225,13 ribu jiwa, sedangkan tahun 2018 turun 21,21 % atau 204, 60 ribu jiwa penduduk miskin. “Saat ini masih tinggi se Jatim dengan persentase 21,21 persen atau 204, 60 ribu jiwa,” terang Kasi Statistik Sosial BPS Sampang, Nur Amin.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab tingginya jumlah penduduk miskin di Sampang, diantaranya karena minimnya lapangan pekerjaan dan rendahnya mutu pendidikan.

“Penduduk miskin masih berkutat di bidang pertanian dan hal itu masih menjadi kendala besar, dan pertanian di Sampang ini sebagian besar hanya mengandalkan tadah hujan, memang sangat sulit menurunkan angka kemiskinan, karena sebagian besar penduduk miskin ada di sektor pertanian, dan untuk menuntaskannya diperlukan inovasi yang sangat besar,” jelasnya.

Amin juga menerangkan kriteria penduduk miskin di daerahnya yakni mereka dengan pengeluaran per bulan hanya Rp 300.000 per orang dengan kebutuhan untuk asupan makanan.

“Miskin ini ditentukan dari garis kemiskinan yakni non makanan dan makanan, sementara orang yang miskin ini 60 persen pengeluarannya di bahan makanan, kita tau sendiri hidup orang Madura itu sangat sederhana dan itupun sangat berpengaruh kepada garis kemiskinan di Sampang, karena miskin ini juga di ukur dari makanan dan non makan sedangkan kontribusi non makanan ini sangat besar,” imbuhnya,

Amin menambahkan dalam memberantas kemiskinan, pemerintah setempat sudah berupaya menuntaskan orang miskin di daerahnya, seperti adanya bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM). “Harus ada upaya lainnya dari Pemerintah setempat yakni dari sisi ekonomi, disamping memberikan intensif juga pemberdayaan usaha dan mereka harus mempunyai sektor usaha lainya,” pungkasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar