Politik Pemerintahan

JK Tekankan Toleransi Agar Indonesia Terhindar dari Konflik

Malang (beritajatim.com) – Wakil Presiden RI periode 2014-2019 Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia sebagai negara mayoritas muslim harus mengedepankan toleransi serta menciptakan modernisasi demi perdamaian dunia. Menurutnya, konflik di Timur Tengah telah merengut jutaan nyawa umat muslim beserta harta bendanya.

Konflik itu diharapkan tidak terjadi di Indonesia. Dia meminta beragam kelompok dan agama di Indonesia harus saling menghargai pandangan masing-masing. Katanya, peran ulama dan masing-masing individu dalam berdakwah berkontribusi besar atas perdamaian di Indonesia.

“Untuk itu kita bersyukur di Indonesia kita lebih baik ketimbang negara islam yang lainnya di Timur Tengah yang berkonflik. Kita harus menjalankan toleransi dan modernisasi sebaik-baiknya,” kata JK saat di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Selasa, (25/2/2020).

JK mengungkapkan, ketidakadilan di bidang sosial, ekonomi, dan politik sebenarnya menjadi pokok pangkal konflik di suatu negara. Dia berharap kearifan para ulama dalam melakukan dakwah agar umat tak mudah terpancing dengan ajakan yang menjurus pada konflik.

“Ada yang memandang agama secara sempit, memikirkan agama secara radikal, memperbudak kafir, dan mudah meneriakan kalimat thogut. Itu harus kita jelaskan dengan baik, agar tidak terjebak dalam konflik. Artinya bagaimana kita menebar islam dengan dakwah yang baik,” papar JK.

JK mengungkapkan, kelompok-kelompok yang memiliki pandangan sempit dan radikal berpotensi memperkeruh keadaan dan menciptakan konflik. Bahkan, ajaran yang berbau ekstrimis harus dihilangkan dalam dakwah. Sebab, konflik banyak yang terjadi karena membawa agama dalam kepentingan politik.

“Ada faham yang menjual murah surga, sehingga dengan mudah membunuh dirinya sendiri atau membunuh saudaranya sendiri. Ajaran inilah yang harus kita perbaiki, dan memberi pemahaman bahwa surga tidak semudah itu didapat. Islam Indonesia harus memandang tiga faktor yakni, ukhuwah islamiah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wataniyah,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar