Politik Pemerintahan

Jika Menang, Santri Minta Kiai Ma’ruf Bentuk Kementerian Khusus Ponpes

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wakil Presiden nomor urut 1, KH Ma’ruf Amin mengajak para santri, alumni dan pengasuh pondok pesantren berperan aktif untuk ikut mewujudkan Indonesia Maju.

Ajakan itu disampaikan Kiai Ma’ruf dalam Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional (FSN) di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (31/3/2019).

“Mudah-mudahan yang disampaikan Kongres Santri dan Rapat Kerja Forum Santri Nasional ini menghasilkan keputusan-keputusan yang progresif. Dan, membangun kepercayaan diri santri untuk mengambil peran-peran yang lebih besar menuju tercapainya Indonesia maju,” ujar Kiai Ma’ruf.

Rais Aam PBNU ke-10 ini juga mendorong santri agar ikut menjaga kehidupan beragama yang damai dan penuh kerukunan. Santri dalam berdakwah dan mengajarkan nilai keislaman kepada masyarakat, kata Kiai Ma’ruf, perlu penyampaian yang baik tanpa unsur intimidasi apalagi caci-maki.

“Santri juga bertugas menjaga agama yang sesuai dengan akidah Ahlussunnah Waljamaah. Menjaganya dari ajaran menyimpang. Santri harus menjaga agama dengan tanpa intimidasi dan fanatisme yang berlebihan, juga tanpa pemaksaan dan memaklumi perbedaan,” imbuhnya.

Santri juga perlu mengembangkan diri dalam bidang ekonomi. Santri yang mandiri dan mampu berwirausaha, lanjut Kiai Ma’ruf diharapkan bisa berkontribusi untuk kepentingan negara.

“Kita harus membangun pemberdayaan. Harus mampu mandiri. Santri bagus itu yang pintar mengaji, juga pintar berwirausaha. Juga profesional di bidang profesinya masing-masing,” ujarnya.

Terkait pengembangan wirausaha santri itu, FSN telah membentuk ‘Gus Iwan’. yang merupakan singkatan dari Santri bagus yang pintar mengaji dan usahawan. Hal itu merupakan praktik dari konsep arus baru ekonomi Indonesia.

“Santri-santri zaman now, harus adaptable. Ini zamannya sudah zaman revolusi industri 4.0. Santri pasti mampu beradaptasi di segala zaman. Sebab kita sudah punya pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Yaitu Kaidah Al-muhafadzotu ‘ala maqadimissahlih, Wal Akhdzu biljadidil Ashlah. Menjaga yang lama yang masih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik yaitu melakukan transformasi dengan tetap menjaga tradisi,” tandasnya.

Sementara Ketua Panitia Kongres Santri dan Rapat Kerja FSN, Gus Arif Rahmansyah Marbun mengungkapkan, FSN sebagai rumah besar santri ingin membangun Sinergi Poros Gerakan Sosial Keummatan dan Kebangsaan untuk Indonesia Maju. Salah satunya, FSN mendorong terwujudnya Kementerian Khusus Pondok Pesantren. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar