Politik Pemerintahan

Jelang Sidang MK, Ini Kata Tokoh Agama di Donomulyo Malang

Malang (beritajatim.com) – Seluruh Tokoh Agama Islam dan Kristen di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, sepakat menolak aksi kekerasan dan kerusuhan terkait Pilpres jelang maupun sesudah keputusan Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

Menurut KH.Ahmad Zainuri selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menuturkan, selama sidang MK di Jakarta ataupun setelahnya, hendaknya tidak disertai aksi unjukrasa yang berujung kerusuhan.

“Kami menolek adanya kerusuhan-kerusuhan, dan saya menghimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan menerima apapun hasil keputusan sidang MK tersebut,” ungkap Kiai Zainuri, Selasa (11/6/2019).

Hal serupa juga ditegaskan Romo Ignatius Nugroho selaku Romo Paroki di Paroki Maria Ratu Damai Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kata Romo Ignatius, selama sidang MK di Jakarta, seluruh masyarakat bisa menerima hasil keputusan MK dengan jiwa yang lapang.

“Kami tidak ingin ada keributan sesama anak bangsa. Kita semua menolak segala macam bentuk kekerasan, keributan dan kerusuhan. Dan saya menghimbau kepada seluruh umat dan warga masyarakat, agar tetap tenang dan menerima apapun hasil keputusan sidang MK yang akan datang,” tegas Romo Ignatius.

Romo Ignatius berharap hasil keputusan MK, merupakan sebuah keputusan yang dapat kita dukung bersama-sama. “Selamat Idul Fitri 1440 Hijriyah bagi umat Islam. Semoga dengan perayaan ini kita semua manusia-manusia kembali pada fitrahnya. Yang dapat menjadi contoh dan cerminan yang baik, serta hidup dalam persatuan dan persaudaraan yang sejati dengan sesama. Sehingga tercipta dan terbentuk kerukunan dalam kehidupan bersama di masyarakat,” beber Romo Ignatius.

Hal sama juga dikatakan Pendeta Elisabeth S.Th selaku Ketua Gereja Pantekosta Isa Al Masih Indonesia EFATA Kecamatan Donomulyo. “Mari kita hormati apapun hasil keputusan dari MK. Jangan adalagi keributan dan kerusuhan. Kita jaga bersama-sama negeri ini dengan persaudaraan dan persatuan,” ucap Pendeta Elisabeth.

Terpisah, Pendeta Sunaryo Karyo S.Th yang juga Ketua Gereja Sidang Jamaat Allah Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menambahkan, seluruh lapisan masyarakat saat ini merindukan kedamaian.

“Kami menolak kerusuhan yang diakibatkan dari sengketa Pilpres. Kita semua sangat merindukan perdamaian. Mari kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dari berbagai macam potensi yang menjurus keributan dan kerusuhan. Tak lupa kami juga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1440 Hijriyah bagi saudaraku umat Islam,” pungkas Pendeta Sunaryo. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar