Politik Pemerintahan

Jelang Ramadan, Gubernur Jatim Bersama Walikota Kediri Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar

Kediri (beritajatim.com) — Guna memantau secara langsung harga barang kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Pasar Pahing Kota Kediri, Jumat (3/5/202).

Walikota Kediri bersama Gubernur Jawa Timur mengitari bagian dalam Pasar Pahing dan bertanya kepada hampir setiap pedagang yang dilintasinya. Kepada para pedagang, Gubernur mananyakan kondisi harga menjelang Bulan Ramadhan.

Usai meninjau beberapa pedagang, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan Pasar Pahing merupakan pasar yang dijadikan sampling dari delapan kota di Jawa Timur oleh BPS.

“Harga pokok tertentu kalau ada dinamika maka harus segera diintervensi salah satunya Pasar Pahing ini. Kita melihat bahwa di berbagai daerah masih mengalami kelangkaan bawang putih. Hari ini juga ada tiga titik operasi pasar bawang putih di Kota Kediri,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan secara keseluruhan stok bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan ini cukup. Tetapi demandnya mengalami kenaikan.

“Bawang merah telah mengalami penurunan karena ada penetrasi. Ini tinggal bawang putih yang oleh pemerintah diimpor sehingga. Untuk masyarakat Jawa Timur saya ingin menyampaikan Insya Allah pada minggu kedua bulan Mei harga bawang putih akan kembali normal,” jelasnya.

Terkait impor bawang putih, Khofifah menambahkan impor bawang putih yang akan masuk ke Jawa Timur sebesar 15.000 ton. Untuk kebutuhan bawang putih di Jawa Timur selama sebulan sebesar 4.690 ton. “Bila nanti tanggal 10 Mei turun sebesar 15.000 ton maka bisa sampai tiga bulan kedepan,” imbuhnya.

Hari ini, lanjut Khofifah sepertinya terjadi kenaikan psikologis harga. Kenaikan ini karena demand yang tinggi menjelang Bulan Ramadhan.

“Harga telur mengalami kenaikan sebesar Rp 1000-2000 rupiah. Untuk daging ayam rata-rata di Pasar Pahing ini tertinggi Rp 32 ribu. Ini artinya masih sesuai HET daging ayam sebesar Rp 32 ribu,” pungkasnya.

Terakhir, Khofifah berharap stok yang cukup bisa diikuti dengan proses monitoring yang bagus. Bila itu dilakukan maka harga-harga tidak akan melampaui HET nya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol (Kav) Dwi Agung, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana, dan TPID Kota Kediri. [adv hms/nng].

Apa Reaksi Anda?

Komentar