Politik Pemerintahan

Jelang Hari Tenang, MUI Kota Mojokerto Sosialisasikan Ini

Mojokerto (beritajatim.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto mensosialisasikan fatwa MUI tentang Hukum Politik Uang, Kampanye Hitam dan Berita Bohong pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sosialisasi digelar Bawan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto bertajuk rapat koordinasi stakeholder jelang hari tenang. 

“Kalau di dunia nyata, minim masalah kampanye hitam maupun fitnah, itu sangat minim. Yang banyak di medsos, kita harus bisa mencerdaskan masyarakat agar bisa menggunakan medsos untuk memanfaatan bukan hal-hal mudharat seperti itu,” ungkap, KH Ketua MUI Kota Mojokerto, Muhammad Roji’un Ismail, Kamis (11/4/2019). 

Masih kata Ketua MUI, semua yang dilakukan baik di dunia nyata maupun media sosial (medsos) harus bisa dipertanggungjawabkan. Apa yang dilakukan di medsos sama saja dengan yang dilakukan di dunia nyata. Jika di dunia nyata dinyatakan haram, sama juga di medsos.

“Jika di dunia nyata dinyatakan haram dan dosa serta mendapatkan balasan di dunia dan akhirat. Di medsos juga sama. Yang kami lakukan termasuk mensosialisasikan fatwa tersebut, agar kekharaam hoax, kampanye hitam dan yang lainnya di pengajian, di ormas berada di dalam MUI,” katanya. 

Karena, lanjut Ketua MUI, sebagian masyarakat masih banyak apa yang dilakukan di medsos beda dengan yang dilakukan di dunia nyata. Sehingga dengan sosialisasi tersebut setidak-tidaknya bisa mengurangi masalah hoax, kampanye hitam dan penyebarannya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar