Politik Pemerintahan

Janji-Janji Bisa Dijerat Dugaan Tindak Pidana Politik Uang

Jember (beritajatim.com) – Para calon legislator maupun peserta pemilu tidak bisa lagi dengan mudah menjanjikan sesuatu. Jika tidak berhati-hati, maka janji-janji bisa dikategorikan masuk dalam dugaan tindak pidana politik uang.

“Ada di Gorontalo, (salah satu caleg) menulis: bagi yang meninggal dunia, akan mendapat santunan Rp 500 ribu. Hanya menulis begitu, bisa kena. Hanya menjanjikan, belum memberikan uang, sudah kena,” kata Komisioner Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jawa Timur Nur Elya Anggraini.

Nur Elya mengatakan, pemberantasan praktik politik uang dalam pemilu membutuhkan bantuan masyarakat. Ada perbedaan perlakuan jeratan terhadap pelaku berdasarkan tahapan pemilu. “Kalau saat masa kampanye dan masa tenang, maka yang kena adalah (pemberi uang sogokan dari) tim kampanye, pelaksana kampanye, atau peserta,” kata Nur Elya.

“Kalau sudah Hari-H (pemungutan suara), pasalnya sudah meliputi setiap orang. Jadi tidak lagi dilihat apakah (yang melakukan politik uang adalah) tim kampanye atau warga biasa: pokoknya menyebar duit untuk memilih atau pun tidak memilih atau memilih dengan cara-cara tertentu,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar