Politik Pemerintahan

Bravo-5 Jatim:

Jangan Merasa Paling Berjasa Menangkan Jokowi

Surabaya (beritajatim.com) – Bravo-5 Jatim sebagai relawan pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jatim mengaku bersyukur karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan sengketa Pilpres tahun 2019

“Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat aman, persatuan dan kesatuan pada bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Nikmat yang teramat mahal. Mesti kita jaga dengan segala bentuk perjuangan dan kerja keras,” kata Ketua Umum Bravo-5 Jatim, H Ubaidillah Amin Moeh (Gus Ubaid) kepada wartawan di Surabaya, Minggu (30/6/2019).

Gus Ubaid mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, baik elit politik maupun akar rumput untuk menyudahi percikan-percikan pertikaian yang pernah terjadi.

“Tidak ada lagi 01 dan 02. Tidak ada lagi kecebong dan kampret. Kita semua adalah putra-putri bangsa Indonesia yang mempunyai tugas dan kewajiban yang sama, yaitu memberikan sumbangsih yang maksimal dan optimal dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, hebat dan bermartabat. Mari kembali kita melakukan silaturahmi, rekonsiliasi, demi kebaikan negeri,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang banyak diisi oleh kaum santri atau kaum sarungan, Bravo-5 Jatim secara khusus ingin memberikan ucapan selamat kepada KH Ma’ruf Amin, guru para santri Indonesia.

“Semoga keberadaan beliau sebagai RI-2 nanti dapat memberikan pesan baik di masyarakat, bahwa santri sanggup memimpin negeri. Kami juga akan tetap memberikan semangat dan support kepada beliau. Sebagai tanda, bahwa kami kaum santri akan setia mengawal perjuangan kiai kami agar tetap berada pada poros keumatan,” tuturnya.

Dia juga berharap kepada semua pihak agar tidak berupaya melakukan intervensi atas jalannya roda pemerintahan yang akan datang.

“Biarlah Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin menjalankan laju pemerintahannya dengan penuh kemandirian. Tugas kita sebagai masyarakat adalah memberikan kritik, mengontrol, juga mensupport.
Jangan ada golongan yang merasa telah memberikan sumbangsih atas terpilihnya Ir Jokowi dan KH Ma’ruf Amin, lalu akhirnya meminta jatah ini dan itu. Bagian di sini dan di situ. Karena hal tersebut tidaklah baik untuk keberlangsungan pemerintahan ke depan,” tukasnya.

“Terlebih kepada KH Ma’ruf Amin yang merupakan interpretasi kaum sarungan di Indonesia. Tugas kita sebagai santri untuk mengantarkan beliau menjadi RI-2 sudah selesai. Sekarang, hanyalah doa, semangat, dan juga kritik yang membangun yang bisa kita berikan untuk beliau. Semoga beliau dapat menjadi cerminan yang baik, panutan yang luhur, dan Wapres yang dapat memberikan kontribusi besar bagi keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar