Politik Pemerintahan

Jaga Kondusifitas, Ini Pesan Kapolres Malang Jelang Pilkades Serentak

 

Malang (beritajatim.com) -Sedikitnya 252 Desa se Kabupaten Malang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III pada 30 Juni 2019 mendatang.

Dari 252 desa yang akan menggelar Pilkades, Kepolisian Resor Malang sudah memetakan dan 13 desa dinyatakan rawan terjadi gesekan sosial hingga judi taruhan Pilkades.

Hal itu disampaikan langsung Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, usai mengikuti Apel Deklarasi Pilkades Damai dan Ikrar Calon Kepala Desa Siap Kalah Siap Menang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (21/6/2019).

Kata Ujung, pelaksanaan Pilkades serentak gelombang III 2019 kali ini, di wilayah hukum Polres Malang ada di 252 desa. Sementara ang masuk dalam faktor kerawanan terjadi kerusuhan ataupun judi dan lain sebagainya hanya ada di 13 Desa.

“Kami telah melakukan pemetaan. Hasilnya ada 13 desa yang rawan. Sedang 2 desa di nyatakan sangat rawan, dan sisanya aman,” tegasnya

Dua desa yang sangat rawan tersebut, lanjut Ujung, berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Dampit.

“Desa sangat rawan tersebut yaitu Desa Druju Sumbermanjing Wetan, karena calon Kadesnya kami tahan lantaran kasus penyalahgunaan DD. Kemudian Desa Talok, Dampit, karena pendukung salah satu Bacalon kades yang tidak lolos seleksi sempat meluruk kantor DPRD Kabupaten Malang,” jelasnya.

Ujung menambahkan, pihaknya memastikan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa yang dihelat pada 30 Juni 2019 nanti akan berjalan lancar. Karena sejauh ini, sudah mengambil langkah preventif dengan menerjunkan Tim Saber Judi Polres Malang.

“Kami sudah 3 gelombang mengamankan pilkades serentak. Gelombang pertama 2017 pada saat itu, kalau tidak salah berhasil mengungkap dua perkara. Tahun 2018 kita mengungkap dua perkara judi Pilkades. Tapi kami lebih mengedepankan pencegahan. Mohon jangan dinodai,” pesan Ujung. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar