Politik Pemerintahan

Jadi Wisata Internasional, Bromo dan Semeru Akan Dibangun Cable Car dan Sky Train

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan KEK di Singosari, Malang.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Pusat telah membuat konsep ecotourism untuk kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) di Jawa Timur. Kawasan ini masuk dalam tiga skala prioritas obyek wisata yang bakal digarap untuk level dunia. BTS akan dipromosikan sebagai wisata internasional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (9/10/2019) mengungkapkan, rencana ecotourism itu, yakni Danau Toba, Kawah Ijen, dan Kawasan Bromo Tengger Semeru. Saat ini pemerintah pusat sedang mematangkan faktor apa yang bakal menjadi keunggulan dari BTS.

“Yang diharapkan adanya Bali baru dengan kata lain adanya destinasi wisata kelas dunia. Kalau destinasi kelas dunia atraksinya harus kelas dunia, kedua aksesnya harus kelas dunia. Kita sedang mencari angle terbaik untuk BTS,” kata Yahya.

Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan konsep wisata alam untuk BTS. Bahkan, ada investor dari Swiss yang bakal membangun Cable Car di kawasan taman nasional ini. “Telah selesai dibahas di Menko Perekonomian. Ada Cablecar itu nanti yang sudah komitmen untuk menginvestasikan dari Swiss. Teknisnya itu cablecar via Probolinggo,” papar Khofifah.

Selain itu, ada investor dari China yang juga berencana membangun Sky Train di kawasan ini. Sky Train bakal dibangun dengan melintasi Malang, Probolinggo dan Lumajang. Rencana Cable Car dan Sky Train saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

“Sky Train ini harapan dari Malang. Karena Ada investor dari China yang punya ketertarikan. Semuanya akan lakukan pemetaan ecotourism harus tetap daya dukungnya penggunaan teknologi harus berseiring penguatan daya dukung alam yang menjadi kekuatan BTS,” tandasnya.

Dalam konsep ecotourism, meski BTS bakal jadi obyek wisata internasional namun jumlah wisatawan bakal dibatasi. Wisatawan diberi kuota per hari agar tidak merusak kekayaan alam di taman nasional. Sebab, kekayaan flora dan fauna menjadi ikon yang paling ditonjolkan dari BTS.

Pemerintah Provinsi Jatim pun bakal menggelar pertemuan dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Perhutani selaku otoritas terkait. Pertemuan ini untuk membahas lebih rinci, zona mana saja yang boleh dimasuki wisatawan di kawasan BTS. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar