Politik Pemerintahan

Jadi Ketua DPC PDIP, Wakil Bupati Mojokerto Incar Rekom Maju Pilbup

Mojokerto (beritajatim.com) – Terpilihnya Pungkasiadi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Perjuangan Indonesia (DPC PDI-P) Kabupaten Mojokerto,  mengejutkan sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau pengurus PDIP tingkat kecamatan.

Pasalnya, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mojokerto ini tak pernah masuk daftar pilihan 18 PAC, namun namanya diusulkan oleh Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI-P Jawa Timur. Pungkasiadi terpilih dalam Konfercab PDIP di Madiun pada, Minggu (7/7/2019), menggantikan posisi Setia Pudji Lestari.

Kini, Pungkasiadi mengincar rekom dari PDI-P untuk maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto periode 2020-2025. Pungkasiadi mengaku, semua tidak tiba-tiba tapi ia sudah menjadi kader PDI-P sejak 2014.

“Saya juga mengikuti sekolah-sekolah kader. Saya ikuti semua mekanisme. Itu kemarin saya diamanahi, ditugaskan menjadi Ketua DPC PDI-P Mojokerto. Ya, insya Allah, begitulah (mendapatkan rekomendasi dari PDI-P, red),” ungkapnya, Kamis (18/7/2019).

Ia secara terbuka menegaskan, akan maju dalam Pilbup Mojokerto periode 2020-2025 dan mengincar rekom dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Pasalnya, semua mekanisme sudah dilalui dan ia merupakan kader PDI-P sejak 2014.

Mosok ketemu partaine dewe ngrekom orang lain (Masa bertemu partainya sendiri malah merekomendasikan orang lain). Prinisip kami dengan partai-partai teman semua, nanti kami komunikasi. Biar ga ada acara begini (Pilbup, red), kami dekat semualah,” katanya.

Pernyataan tersebut lantaran PDI-P hanya mempunyai sembilan kursi di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Sehingga dibutuhkan koalisi dengan partai lain agar ia bisa mencalonkan diri dalam Pilbup 2020.

Syarat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Mojokerto, setidaknya harus diusung partai dengan perolehan suara minimal 20 persen. Partai pengusung minimal mempunyai 10 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto. Perolehan PDI-P di bawah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10 kursi.

Dengan begitu, PDI-P hanya butuh satu kursi dari partai lain untuk bisa mengusung calon di Pilbup Mojokerto 2020-2025. Pasalnya, jumlah anggota DPRD Kabupaten Mojokerto sebanyak 50 orang.

“Yang jelas nanti kami sowani (berkunjung, red) semua. Kemarin Syawalan (lebaran Idul Fitri, red) saya sudah jalan-jalan minta doa restu pada kiai-kiai semua,” tegasnya saat ditanya terkait niatnya untuk maju Pilbup Mojokerto periode 2020-2025.

Pungkasiadi merupakan pasangan Bupati Mojokerto Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) pada Pilbup Mojokerto 2015-2020. Pasangan ini diusung tujuh partai politik (parpol) koalisi Putra Bangsa Nusantara (Purbantara). Yaitu PDIP, Golkar, Demokrat, NasDem, PAN, PK dan Gerindra.

Namun jelang dua tahun berakhirnya dua periode masa kepemimpinannya, MKP ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus suap dan gratifikasi. Sehingga Pungkasiadi menggantikan peran MKP dalam menjalankan roda pemerintahan Pemkab Mojokerto.

Ini menjadi modal Pungkasiadi untuk maju Pilbup Mojokerto periode 2020-2025. Selain Pungkasiadi, saat ini muncul dua nama dalam bursa bakal calon Bupati Mojokerto yang akan bertarung di Pilbup tahun depan. Yaitu Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Mojokerto, Yoko Priono dan Supriyadi adik ipar MKP. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar