Politik Pemerintahan

Istri Bupati Sumenep Telah Mundur dari Jabatan Komisaris BPRS

Sumenep (beritajatim.com) – Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep, Novi Sujatmiko, memastikan bahwa istri Bupati Sumenep, Nurfitriana, telah mengundurkan diri dari jabatan sebagai salah salah komisaris BUMD Sumenep tersebut.

“Saya hanya ingin mengklarifikasi, kalau bu Ftri sudah mengundurkan diri sebagai Komisaris BPRS melalui surat pernyataan resmi bermaterai,” kata Novi, Selasa (24/02/2019).

Klarifikasi tersebut menjawab aksi unjuk rasa yang sempat dilakukan sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam FKMS. Para mahasiswa menuntut Nurfitriana mundur sebagai komisaris, karena tidak sesuai Permendagri 94 tahun 2017 tentang pengelolaan BPR milik pemerintah daerah.

Dalam aturan itu disebutkan bahwa harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang perbankan minimal 2 tahun. Sedangkan istri Bupati tersebut dinilai tidak mempunyai pengalaman di bidang perbankan, karena merupakan lulusan D3 Pariwisata.

“Dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa, pengunduran diri bu Fitri sudah disampaikan, dan disahkan oleh notaris. Bahkan keputusan pengunduran diri bu Fitri itu juga telah kami laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” papar Novi.

Dalam surat pernyataan pengunduran diri Nurfitriana tertanggal 28 Juni 2018, disebutkan bahwa dirinya mengundurkan diri dari anggota Dewan Komisaris BPRS Bhakti Sumekar karena akan mendaftar sebagai calon legislatif Provinsi Jawa Timur dari PKB. Hal itu juga sesuai dengan peraturan KPU nomor 20 tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR.

“Pasca bu Fitri mundur, jabatannya dibiarkan kosong. Sesuai aturan, untuk dewan komisaris minimal dua orang. Saat ini komisaris BPRS memang sudah ada dua orang. Jadi sudah memenuhi syarat minimal,” papar Novi.

BPRS Bhakti Sumekar merupakan salah satu BUMD Sumenep yang bergerak di bidang perbankan. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar