Politik Pemerintahan

Ipong : Musik Jazz Sarana Promosi yang Efektif

Bupati Ipong Muchlissoni(foto : Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Kurang dari sepekan Reyog Jazz Ponorogo akan di gelar, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2019 nanti. Eksotisme telaga Ngebel yang menjadi tempat pagelaran kali kedua musik jazz di Ponorogo itu, semakin meneguhkan bahwa Reyog Jazz sayang untuk dilewatkan.

“Ngebel sebagai tempat pagelaran Reyog Jazz akan kita tata lebih baik, apalagi ada keterlibatan dari komunitas Ponorogo Resik-resik,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Selasa (8/10/2019).

Menurut Ipong, jazz merupakan satu-satunya genre musik yang bisa jadi alat promosi. Bukan untuk promosi jazznya, melainkan promosi daerah-daerah yang dipakai untuk gelaran musik tersebut. Dia mencontohkan Banyuwangi yang memgadakan Jazz Ijen, Jakarta dulu dengan Jak Jazz, dimana sekarang berganti Java Jazz, dan yang terbaru Prambanan Jazz. “Faktanya memang seperti itu, musik Jazz bisa menaikkan promosi. Kami ingin telaga Ngebel ini dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Beda dengan gelaran jazz di daerah lain yang cenderung banyak lagu-lagu bergenre POP yang dimainkan, Ipong menyebut jika Reyog Jazz nanti komposisinya 50:50. Separo merupakan lagu musik jazz dan yang separo lagi POP. Reyog Jazz nanti akan banyak kejutan yang dihadirkan. Dia mengeklaim jika dirinya mengupayakan untuk bisa mendatangkan diva tanah air untuk mengisi di Reyog Jazz tersebut. “Saya juga akan bikin kejutan, membuat group musik dan akan tampil di Reyog Jazz nanti,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar