Politik Pemerintahan

Inilah Seruan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH menyerukan semua warga se-Indonesia untuk bergembira menyalurkan hak pilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

“Ayo semua bergembira, berbondong-bondong datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), salurkan hak pilihnya, sukseskan hajatan negara,” kata Pak BDH, sapaan Bambang DH, Selasa (16/4/2019).

Walikota Surabaya 2002-2010 ini mengingatkan bahaya golput yang bisa menurunkan, bahkan memundurkan kualitas demokrasi di Tanah Air yang terus tumbuh. Tingginya angka partisipasi warga bukan saja membuat Pemilu berkualitas, namun juga demokrasi naik kelas.

“TNI dan Polri menjamin keamanan warga saat berangkat, menyalurkan hak pilihnya, hingga kembali lagi ke rumah. Apabila warga perlu pengawalan maka akan dikawal dari rumah ke TPS dan balik lagi ke rumah. Ini sebagaimana penegasan Pak Kapolri,” sambungnya.

Bambang DH melihat indikator tumbuhnya kesadaran sekaligus partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 ini. Bukan saja banyaknya warga, terutama mahasiswa yang mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengurus form A5 sebagai syarat pindah mencoblos, namun juga beredarnya pesan menyoblos melalui media sosial (medsos).

“Ini menandakan masyarakat bergembira ikut sukseskan hajatan negara,” kata Bambang DH.

Banyaknya kaum muda mengurus form A5, menurut Bambang DH, pastinya menjadi harapan baru bagi KPU dalam menekan tingkat rendahnya partisipasi pemula. “Apabila partisipasi mahasiswa tinggi bisa disebut upaya KPU melakukan sosialisasi di kampus, sekolahan membuahkan hasil,” tandasnya.

Yang terpenting, masih kata Bambang DH, Pemilu harus mengedepankan kerukunan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Boleh beda pilihan yang penting kedepankan paseduluran, kerukunan,” pesannya.

Pesan Bambang DH senada dengan pesan Joko Widodo dalam kampanye akbar di GOR Mastrip Probolinggo. Menurutnya, Pemilu tiap lima tahunan selalu ada. Untuk itu, ukhuwah dan persaudaraan tetap nomor satu.

“Pilpres beda pilihan nggak apa-apa. Tapi jangan mengorbankan ukhuwah kita, jangan mengorbankan persaudaraan kita, jangan mengorbankan kerukunan kita, jangan mengorbankan persatuan kita,” tegasnya.

Sebelumnya di Taman Blambangan Banyuwangi, belum lama ini Jokowi menegaskan Indonesia merupakan negara besar dengan penduduk 297 juta jiwa. Banyak perbedaan-perbedaan yang ada. Mulai dari berbeda suku, agama hingga budaya.

“Tetapi Alhamdullillah, berkat Pancasila, sampai saat ini dan Insya Allah sampai akhir zaman, kita tetap bersatu dalam bingkai NKRI,” tambahnya.

Menurut Jokowi, Banyuwangi adalah salah satu contoh miniatur Indonesia. Ada banyak suku yang hidup di sini, tetapi tetap rukun dan tetap merasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air.

“Itulah contoh perilaku yang harus terus kita pelihara. Kita harus terus merawat kerukunan. Meskipun ada perbedaan pilihan, kita harus terus menjaga silaturahmi kita,” tambahnya.

Jokowi juga meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi meski berbeda pilihan. Menurutnya yang terpenting bukanlah memperuncing perbedaan dengan menyebar hoaks yang semakin merajalela saat ini.

“Jangan sampai ada perubahan-perubahan yang disebabkan karena hoaks, kabar fitnah atau kabar bohong. Jangan percaya itu. Saya beri contoh, kalau Jokowi menang, pendidikan agama akan dihapus, itu bohong. Itu adalah kebohongan. Ini kabar fitnah yang mengakibatkan keresahan. Harus dilawan dan diluruskan,” tambah Jokowi ketika itu. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar