Politik Pemerintahan

Ini Respons Faida terhadap Keinginan Parpol Ganti Bupati

Jember (beritajatim.com) – Kalangan partai politik menyuarakan perubahan kepemimpinan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada pemilihan kepala daerah 2020. Bagaimana respons Bupati Faida?

“Saya taat kepada mekanisme dan prosedur. Jadi setiap ada kesempatan, saya akan pergunakan sebaik-baiknya sebagai satu upaya komunikasi politik dan ikhtiar, untuk mendapatkan keputusan yang terbaik atas rido Allah SWT,” kata Faida, usai menyerahkan berkas pendaftaran calon bupati di Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember, Sabtu (14/9/2019).

Faida akan mendaftarkan diri pada semua partai yang membuka penjaringan calon bupati. “Sebagai satu ikhtiar, karena saya yakin skenario Allah yang paling baik. Maka mendaftar ke semua partai adalah cara ikhtiar saya untuk mendapatkan langkah terbaik ke depan,” katanya.

Namun Faida mengaku belum berkomunikasi politik dengan siapapun kecuali PDI Perjuangan yang membuka pendaftaran calon.

Sebelumnya, tujuh partai politik bertemu dan mendeklarasikan Kaukus Perubahan, di Rumah Makan Lestari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (19/7/2019).

Tujuh partai itu adalah PKS (6 kursi di DPRD Jember), PPP (5 kursi), PAN (2 kursi), Demokrat (2 kursi), Golkar (2 kursi), Perindo (2 kursi), dan Berkarya (1 kursi). Total mereka punya 20 kursi, lebih dari syarat 10 kursi untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati sendiri.

“Kami lebih condong untuk ganti bupati,” kata Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember Agusta Jaka Purwana.

Mengapa ganti bupati? “Karena suara di masyarakat, keinginan untuk ganti bupati tinggi. Para kader, struktur dan caleg mendengar aspirasi masyarakat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Jember Achmad Rusdan. (Wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar