Politik Pemerintahan

Ini Pidato Awal Tahun 2020 Bacawali Surabaya Firman Syah Ali

Bakal Calon Walikota Surabaya, Firman Syah Ali dan Wapres KH Ma'ruf Amin

Surabaya (beritajatim.com) – Saat ini sedang viral pidato akhir tahun 2019 dan pidato awal tahun 2020 Bakal Calon Walikota Surabaya, Firman Syah Ali.

Pidato ini menjadi perhatian publik, karena selain materi pidatonya sesuai dengan keinginan warga Surabaya, juga karena pidato kandidat ini terbilang langka, fenomenal dan inovatif, mengingat Bakal Calon Walikota Surabaya lainnya tidak melakukan itu.

Dalam pidato akhir tahun 2019, Firman Syah Ali menyampaikan apa saja yang telah dilalui Surabaya sepanjang tahun 2019 dan apa saja harapan warga Surabaya di tahun 2020.

Sedangkan, dalam pidato awal tahun 2020, Firman Syah Ali menyampaikan beberapa gagasan cerdas dan konstruktif serta harapan untuk Surabaya tercinta.

“Tahun 2020 merupakan awal dekade ketiga abad XXI, Puji Tuhan saat ini kita menjadi warga kota terbesar dalam tahun yang luar biasa. Di tahun yang baru ini mari kita bangun harapan baru, semangat baru, tekad baru dan aksi-aksi baru untuk hari depan Surabaya yang lebih hebat. Menjadi hebat itu mudah, mempertahankan kehebatan itu tidak mudah,” tegas Cak Firman mengawali Pidato Awal Tahun 2020, Kamis (2/1/2020).

Selanjutnya, Cak Firman menyampaikan gagasan strategis untuk tahun 2020. Dia menghendaki tahun 2020 menjadi tahun peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Surabaya, tahun puncak stabilitas ketentraman dan ketertiban umum dalam kerukunan tata kehidupan bermasyarakat, tahun keemasan bidang pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup, tahun revitalisasi budaya lokal Suroboyoan, tahun keemasan ekonomi Surabaya sebagai penghubung perekonomian skala nasional dengan perekonomian skala internasional, tahun Good Governance dan tahun kemapanan infrastruktur.

“Persaingan yang kita hadapi saat ini bukan lagi persaingan nasional, tapi global, bukan lagi persaingan linear tapi digital, bukan lagi gradual tapi revolusioner, bukan lagi simetris tapi asimetris, kalau kita tidak mampu masuk ke dalam pusaran besar ini, maka kita pasti akan digilas dan Arek-arek Suroboyo paling pantang digilas oleh apapun dan oleh siapapun,” tegasnya.

Selain merilis pidato akhir tahun dan awal tahun, pada malam pergantian tahun Cak Firman merayakannya dengan cara ‘bakar dosa’ dalam kegiatan Zikir Akbar dan Maulid Akbar Majelis Rasulullah SAW dan Jamaah Tarbiyatul Qulub di Sepanjang Jalan Kya-kya Kembang Jepun Surabaya.

“Bakar Dosa jauh lebih menarik daripada bakar kembang api, bakar mercon, bakar jagung, bakar ikan, bakar ayam, bakar ketela pohon, selamat Tahun Baru 2020,”  pungkas keponakan Menkopolhukam RI Mahfud MD sekaligus Koordinator Sahabat Mahfud MD Jawa Timur ini. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar