Politik Pemerintahan

Ini Pesan Bupati Mojokerto dalam Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan

Bupati Mojokerto dalam pembukaan pelatihan Kepemimpinan Angkatan I Tahun 2020 di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto menekankan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu mengintegrasikan dan mengarahkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) pegawai serta cakap dalam berinovasi sangat diperlukan bagi seorang pejabat administrator struktural. Hal ini disampaikan dalam pembukaan pelatihan Kepemimpinan Angkatan I Tahun 2020 di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.

“Tantangan sektor publik makin besar. Seorang pejabat struktural harus punya kemampuan manajerial dan dapat mengarahkan seluruh sumber daya pegawai. pelatihan tidak saja menjadwalkan dan menghitung jam pembelajaran, tapi juga membangun alur pikir dan pemahaman. Ini agar peserta mampu menjalankan tugas, dan terus berinovasi baik bertugas atau menjalankan fungsi jabatannya,” ungkap Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Rabu (26/2/2020).

Bupati juga meminta agar 40 orang peserta pelatihan kepemimpinan selama pelatihan yakni 91 hari nanti terus tetap giat dalam bersaing, berlomba-lomba untuk berinovasi tak hanya selama pelatihan namun. Setelah pelatihan, lanjut Bupati, para peserta pelatihan kepemimpinan diharapkan untuk dapat memberikan semangat inovasi.

“Dengan pelatihan kepemimpinan administrator ini, para peserta yang difasilitasi untuk menjadi pemimpin-pemimpin perubahan untuk mampu melakukan inovasi. Jadi, saya tunggu inovasi- inovasi jenengan selesai pelatihan agar masyarakat dapat menikmati hasil inovasi-inovasi kita. Masyarakat sedang menunggu hasil kinerja, jadi kita sudah tidak bisa lagi bersantai-santai. saya hanya ingin menekankan ini semua kepada jenengan,” pesannya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Aris Agung P menekankan pada para peserta pelatihan kepemimpinan agar menjadi pemimpin yang transformatif, terus berinovasi bagi masyarakat, mewujudkan pemerintahan kelas dunia tahun 2024. “Dengan adanya industri 4.0, ada tantangan perubahan inovasi yang sangat besar dan mau tidak mau harus dijalankan dengan basis IT,” katanya.

Dari situ, lanjut Aris, dapat dilihat pentingnya kolaborasi dan networking, yang sudah diajarkan di pelatihan kepemimpinan. Aris berharap tahun 2024 harus tercapai pemerintahan kelas dunia. Aris juga berpesan agar ASN yang akan melaksanakan pelatihan mulai hari ini, untuk menghilangkan mindset ketidakmungkinan terhadap perubahan inovasi. ASN harus percaya dengan perubahan, mampu bekerja sama dan melayani masyarakat. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar