Politik Pemerintahan

Ini Langkah Dinas PU Sumber Daya Air Tangani Banjir di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) terus melakukan langkah-langkah taktis untuk mengatasi kejadian banjir di beberapa daerah di Jatim, seperti Gresik, Mojokerto, Surabaya dan Pasuruan akibat jebolnya tanggul di Kali Lamong.

Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jatim Abduh Mattalitti melalui Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Rudi Noviyanto kepada wartawan di kantornya, Rabu (8/5/2019) mengatakan, ada beberapa aliran sungai dari Bengawan Solo dan Brantas yang menjadi penyebab banjir di wilayah mataraman hingga pantura.

Lalu, ada Kali Lamong yang menjadi sumber banjir tahunan di wilayah Mojokerto-Gresik-Surabaya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mempercepat normalisasi Kali Lamong. Normalisasi perlu dipercepat agar daerah di kawasan Kali Lamong tidak selalu digenangi banjir setiap musim hujan tiba. Selain itu, tahun ini pemerintah pusat telah menganggarkan perluasan Kali Lamong 103 kilometer ini sebesar Rp 900 miliar,” katanya didampingi Sekretaris Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Edy Tambeng Wijaya.

Dia menjelaskan, perluasan Kali Lamong yang dimulai dari hulu di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya dan berhilir di Kabupaten Gresik ini, secara anggaran dan teknis sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan, dari segi pembebasan tanah dan sosialnya diserahkan ke pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Yang jelas pembebasan lahan itu nantinya untuk diperuntukkan pelebaran sungai Kali Lamong menjadi sekitar 70-100 meteran. Kami juga akan menambah dua pintu air Floodway pengendali banjir di Plangwot Sidayu Lawas-Gresik, sebelumnya ada tiga, nantinya menjadi lima pintu air pada tahun ini,” tegasnya.

Selain itu, banjir yang juga terjadi di Kali Kemuning Sampang hingga Kali Welang yang jadi pemicu banjir di wilayah Tapal Kuda, pihaknya sudah berencana membenahi sungai-sungai itu. Namun, sejauh ini cukup banyak kendala yang membuat rencana tersebut butuh waktu panjang.

“Sebenarnya kami bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota sudah melakukan penanganan,” jelasnya.

Untuk penanganan di Kali Kemuning Sampang yang selama ini menjadi penyebab banjir, dia mengaku, dalam jangka pendek pemprov sudah melakukan normalisasi dan perbaikan badan sungai. Selain itu, menyiapkan lima pompa air untuk mempercepat surutnya genangan air di Sampang.

Dinas PU SDA Jatim juga menyiapkan 20 alat berat yang sudah standby di Depo Sidoarjo milik Dinas PU SDA Jatim, jika sewaktu-waktu terjadi banjir dalam menghadapi musim mudik lebaran tahun ini.

“Kami juga melakukan monitoring di lokasi banjir tersebut. Namun ketika pascabanjir ada tanggul yang jebol, paling tidak minimal ada penanganan pertama, yakni akan kami tambal tanggul tersebut. Minimal kami ada upaya melakukan penanganan pascabanjir tersebut,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar