Politik Pemerintahan

Ini Hasil Pengawasan Bawaslu Kota Mojokerto Selama Masa Kampanye

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto merilis statistik hasil pengawasan selama masa kampanye, mulai 23 September 2018 hingga 23 Maret 2019 . Di Kecamatan Kranggan paling banyak terjadi pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Ulil Abshor mengatakan, pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan penyebaran Bahan Kampanye (BK) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) paling banyak terjadi di Kecamatan Kranggan. “Yakni 38 pelanggaran APK dan 360 pelanggaran BK,” ungkapnya, Sabtu (13/4/2019).

Kecamatan Magersari dengan 39 pelanggaran APK dan 217 pelanggaran BK, sementara di Kecamatan Prajurit Kulon, 24 pelanggaran APK dan 190 pelanggaran BK. Ulil menjelaskan, pelanggaran APK dan BK didominasi dilakukan oleh Partai Politik (parpol) besar.

“Pelanggaran terbanyak dilakukan PKS, yakni 138 pelanggaran, menyusul PKB dan PAN dengan jumlah yang sama, yakni 104 pelanggaran. Untuk APK dan BK Capres, ada pelanggaran yang ditemukan di Paslon 01, sebanyak 35 pelanggaran. Sedangkan Paslon 02, sebanyak 6 pelanggaran,” jelasnya.

Sedangkan untuk jenis pelanggaran pemilu, tercatat pelanggaran administrasi paling banyak terjadi, yakni 144 kasus. Namun untuk pelanggaran pidana pemilu, kode etik dan lainnya, nihil. Untuk caleg DPD, dari 14 caleg, Bawaslu mencatat pelanggaran APK dilakukan oleh 3 caleg.

“satu caleg mendominasi hingga tercatat sebanyak 137 pelanggaran. Kami juga mencatat aktivitas kampanye berdasarkan metode kampanye. Dalam kategori ini, pertemuan tatap muka paling dominan, tembus 61 persen. Pertemuan terbatas 14 persen, kegiatan seperti lomba, budaya dan lain-lain sebanyak 8 persen,” tuturnya.

Saat memasuki masa tenang pada  14, 15 dan 16 April 2019, Bawaslu juga akan melakukan upaya pencegahan dalam platform. Yakni melalui patroli pengawasan masa tenang. Pasalnya di masa tenang cenderung banyak terjadi kerawanan.

“Masa tenang menjadi masa-masa yang rawan dalam pemilu sehingga kami menghimbau juga kepara peserta pemilu untuk tidak melakukan pelanggaran selama tahapan masa tenang,” himbaunya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar