Politik Pemerintahan

Ini Ancaman Bencana yang Diwaspadai Saat Mudik Lebaran di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi darat, laut dan udara tetap mewaspadai ancaman bencana saat perjalanan mudik lebaran tahun ini.

“Ada tiga moda angkutan, ada darat, laut dan udara. Kalau darat ini yang menghambat itu ada ancaman banjir, banjir bandang, longsor bisa menggenangi jalan dan angin puting beliung sebabkan pohon tumbang. Tapi Alhamdulillah berdasarkan ramalan BMKG Juanda, diprediksi bulan Juni sudah masuk kemarau. Artinya, pas hari-H, ancaman-ancaman itu tidak ada, semoga perjalanan dengan moda angkutan darat bisa aman. Kami tetap siap siaga terus,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono kepada wartawan di kantornya, Jumat (24/5/2019).

Untuk moda angkutan udara, menurut dia, harus mewaspadai ancaman erupsi gunung api yang bisa mengganggu penerbangan. Di Jatim, ada tujuh gunung api yang masih aktif, di antaranya Gunung Raung, Semeru, Ijen, Bromo dan Kelud. “Kami sudah komunikasikan dengan PVMBG, Alhamdulillah levelnya normal (level I) semua, kecuali ada dua gunung Bromo dan Semeru yang level II atau Waspada. Artinya, tidak problem, kan levelnya sampai IV atau Awas,” jelasnya.

Suban menegaskan, yang perlu diwaspadai adalah moda angkutan laut saat mudik lebaran. “Jatim ini daerah berpulau-pulau. Yang perlu diwaspadai adalah gelombang tinggi laut di sekitar wilayah Sumenep yang ada angkutan laut dan perahu-perahu. Tapi Alhamdulillah, BMKG Tanjung Perak mengeluarkan surat nomor 301/2019, ada perkiraan tinggi gelombang laut yang berlaku H-10 sampai H+10. Ini yang harus diperhatikan dan diwaspadai tinggi gelombang laut di Laut Jawa bagian timur, selatan Jatim, utara Jatim, perairan Madura dan perairan Gresik ,” tegasnya.

Pihaknya beberapa waktu lalu mengaku telah mengumpulkan seluruh Kepala BPBD kabupaten/kota se-Jatim (kecuali Kota Mojokerto belum memiliki BPBD) untuk kesiapsiagaan menghadapi angkutan lebaran di Jatim. “Ada posko-posko BPBD seluruh Jatim. Kami akan selalu memonitoring selama 24 jam. Semoga tidak ada kejadian bencana saat angkutan lebaran di Jatim,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar