Politik Pemerintahan

Ini Alasan Pemkab Ogan Komering Ilir Kunjungi Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pelaksanaan Agro Expo Banyuwangi selama satu pekan terakhir mampu menarik perhatian daerah lain. Salah satunya, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Dja’far Shodiq yang terpesona dengan Agro Expo yang digelar di lahan seluas 10,6 hektar di Desa Tamansuruh, Glagah yang berada di kaki Gunung Ijen.

Menurut Dja’far, pelaksanaan Agro Expo di Banyuwangi ini sangat menarik karena di digelar di lahan yang luas dan memiliki kekhasan tersendiri. Apalgi, lahan yang digunakan awalnya adalah lahan tidur.

“Inovasi Banyuwangi tentang Agro Expo juga sampai di telinga kami. Karena itu kami sekalian kemari juga untuk melihat bagaimana upaya Banyuwangi mewujudkannya. Karena di tempat kami juga ada Teluk Gelam, sebuah danau yang terbengkalai yang benar-benar butuh sentuhan agar bisa kami jadikan tempat wisata,” kata Dja’far saat bertemu Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di Banyuwangi, Kamis (2/5/2019).

Agro Expo sendiri merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival yang menampilkan kekayaan pertanian lokal. Atraksi ini jadi destinasi wisata yang menarik karena memadukan pengembangan inovasi pertanian modern, edukasi sekaligus jadi destinasi wisata bagi masyarakat.

Aneka tanaman dan buah eksotis asal Banyuwangi dipamerkan dalam expo tersebut. Mulai dari padi hitam, durian merah, nangka merah dan semangka merah dan kuning non biji. Juga ada hamparan bunga-bunga cantik warna warni yang menjadi spot selfie instagrammable.

Selain menjadi ruang pamer pertanian, ajang ini juga ingin menunjukkan kepada khalayak beragam teknik tanam moderen yang bisa diadopsi masyarakat.

Uniknya, lahan yang dipakai untuk agro expo tahun ini dulunya merupakan lahan pertanian yang sudah disklimaks alias tidak produktif lagi. Namun dengan diolah secara tepat dalam waktu tiga bulan lahan bisa kembali subur dan menjadi media subur bagi tumbuhnya aneka tanaman.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami membuka diri seluas-luasnya jika bapak ibu ingin belajar dari kami. Tentu kami juga terus menerus belajar tiada henti untuk memperbaiki diri. Dan belajar dari berbagai pihak akan menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik,” kata Yusuf.

Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan dialog dan sharing pengembangan pariwisata daerah dan pengelolaan layanan publik. Di antaranya pengembangan homestay yang dikelola warga. Juga bagaimana Pemkab Banyuwangi memperbaiki pelayanan pada publik lewat Mal Pelayanan Publik yang dimiliki. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar