Politik Pemerintahan

Fandi Utomo: Imlek Jadi Libur Nasional adalah Warisan Gus Dur

Fandi Utomo (tengah) saat merayakan Imlek dengan sahabat Tionghoa

Surabaya (beritajatim.com) – Hari Raya Tahun Baru Imlek 2570 yang dirayakan Selasa (5/2/2019) di berbagai tempat di Indonesia tidak bisa lepas dari sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada masa pemerintahannya yang pendek, berbagai kebijakan dilakukan Gus Dur untuk mengangkat harkat kemanusiaan dan kesetaraan hak warga negara.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah menetapkan Imlek sebagai Hari Libur Nasional dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2000. Setelah 33 tahun masyarakat Tionghoa hanya boleh merayakannya secara tertutup dengan diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, mereka akhirnya bisa kembali menjalankan ritual kebudayaannya secara terbuka.

Abdul Aziz Wahid, peneliti Abdurrahman Wahid Centre for Peace and Humanities (AWCPH) Universitas Indonesia menilai bahwa maqasid syariah (tujuan diterapkannya syariat) menjadi pertimbangan utama Gus Dur dalam membolehkan kembali perayaan Imlek secara terbuka dan menetapkannya sebagai hari libur nasional.

“Gus Dur dari dulu lebih mengedepankan segi kemanusiaannya, bukan hanya semata segi formalistis kaidah-kaidah keagamaan Islamnya saja, kaidah fiqihnya saja. Maqasidus syariahnya dikedepankan,” kata Gus Aziz, sapaan akrabnya.

Di samping itu Gus Dur juga, kata dia, melihat hubungan historis masyarakat Cina dengan Nusantara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang panjang. Kontribusi masyarakat Tionghoa di bidang ekonomi, keuangan, dan perdagangan, menurutnya, juga cukup besar.

Pada kesempatan berbeda, Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 3 Ir Fandi Utomo mengungkapkan jika sikap Gus Dur itu merupakan menjadi salah satu alasan kenapa masyarakat harus memilih PKB.

“PKB partai yang agamis, nasionalis, dan humanis. Penetapan Imlek sebagai hari libur nasional ini adalah bentuk dari sisi humanis PKB dan Gus Dur,” katanya.

“Dengan begini maka secara otomatis PKB adalah partai yang bisa menjaga NKRI seutuhnya. Mulai dari Pancasila hingga semangat kebhinekaan,” tambah Fandi Utomo. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar