Politik Pemerintahan

Ikhtiar Cegah Corona, Ponorogo Berlakukan Jam Malam

Ponorogo (beritajatim.com) – Sejak dibentuk pada hari Senin (16/3/2020) yang lalu, satuan tugas (satgas) pencegahan dan penanganan virus Corona sudah menempuh berbagai langkah. Supaya tidak ada warga bumi reyog yang positif terkena virus tersebut.

“Kami rasa himbauan-himbauan yang sudah disampaikan kepada masyarakat maupun instansi, baik instansi pemerintahan maupun swasta sudah cukup,” kata Ketua Satgas pencegahan dan penanganan virus Corona Ponorogo Agus Pramono, Selasa (24/3/2020).

Namun yang kurang, kata Agus bagaimana upaya satgas dengan dibantu dari TNI dan Polri untuk memaksa masyarakat menyadari bahaya dari virus yang berasal dari Wuhan China tersebut. Yakni salah salah satunya dengan menertibkan tempat-tempat yang sekiranya dibuat masyarakat untuk berkumpul. Entah itu cafe, warung maupun angkringan yang ada di pinggir jalan.

Pihaknya, kata Agus, akan memberikan batasan operasi sampai jam 10 malam. Satgas dibantu dari TNI dan Polri nanti setelah jam 10 malam akan berkeliling untuk mengeceknya. Bila masih ada orang yang berkumpul akan diminta untuk segera pulang.

“Kami harus tegas soal Corona ini, kemarin saya sudah tugaskan dari Dinas Kominfo untuk menyebarkan pemberitahuan itu,” kata laki-laki yang menjabat sebagai Sekda Ponorogo itu.

Dia mengupdate lagi jumlah warga Ponorogo yang saat ini berstatus ODR ada 823 orang. Sebanyak 55 orang berstatus sebagai ODP virus Corona. Sedangkan yang PDP, jika pada Senin kemarin berjumlah 6 orang, kini tambah lagi satu, sehingga menjadi 7 orang berstatus PDP.

Penambahan satu lagi PDP ini, kata Agus yang bersangkutan merupakan seorang sopir angkutan. Jadi kemungkinan Dia baru saja pulang dari daerah merah Corona seperti Surabaya ataupun Malang.

“Kami perintahkan perusahaan angkutan itu untuk juga melakukan penyemprotan untuk armadanya serutin mungkin,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinkes Ponorogo drg. Kusdarini yang juga mendampingi ketua satgas, untuk meralat pernyataannya pada Senin kemarin. Saat itu Dia bilang sebagian besar PDP menjalani rawat jalan di rumah. Padahal 6 pasien PDP tersebut sedang diisolasi di RSUD dr. Harjono. Dia beralasan saat itu sedang tidak fokus, yang melaksanakan rawat jalan sebenarnya adalah yang ODP.

“Mungkin kemarin kecapekan, jadi salah sebut. Seharusnya yang rawat jalan itu ODP. Kalau PDP ya harus diisolasi, saat ini mereka sedang antri untuk pemeriksaan Swab,” pungkasnya.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar