Politik Pemerintahan

IKA PMII Kecam Aksi Brutal Oknum Satpol PP Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Sidoarjo mengeluarkan sikap dan kecaman pasca terjadinya bentrok antara PC PMII dengan Satpol PP, Kamis (4/7/2019) kemarin. Awalnya, PC PMII menggelar aksi guna menyikapi kebijakan Pemkab Sidoarjo yang dianggap “gagal” menjalankan roda pemerintahan selama 4 tahun terakhir.

“Tidak ada kata ‘keliru’ yang dilakukan oleh Sahabat PC PMII Sidoarjo dalam melakukan kritik terhadap kebijakan pemkab yang melenceng dari konstitusi NKRI. Karena hal tersebut merupakan bagian dari mandat nilai dasar pergerakan (NDP) yang diajarkan dalam organisasi PMII,” kata Ketua Umum IKA PMII, Fatihul Faizun, Jumat (5/7/2019).

Dia menjelaskan, konten kritik yang dilakukan PMII Sidoarjo tentunya tidak hanya sekedar hasil observasi di masyarakat, tetapi juga melalui kajian-kajian ilmiah yang dilakukan secara intensive. “Adik-adik kami itu tak hanya asal kritik, namun sudah melakukan observasi dan melihat kondisi real yang ada amupun yang terjadi dalam soal kebijakan maupun pembangunan yang ada di Sidoarjo,” tandasnya.

Faizun menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP. Aksi tidak manusiawi itu, ada beberapa kader PMII yang luka memar dan sebagian dirawat di rumah sakit.

Lanjut pria yang akrap disapa Paijo itu, atasnama keluarga besar alumni PMII yang aktif di Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni PMII (PC IKA PMII) Sidoarjo bersikap:

1. Mendukung penuh aksi kritis Sahabat – sahabat PC PMII Sidoarjo terhadap kebijakan pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang inkonstitusional

2. MENGECAM KERAS tindakan oknum Satpol PP Sidoarjo yang melakukan kekerasan terhadap peserta aksi PC PMII Sidoarjo.

“Dan kami minta usut tuntas aksi anarkisme yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Sidoarjo terhadap peserta aksi adik-adik PC PMII Sidoarjo,” tegasnya.

Seperti sebelumnya, Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin saat menemui para demonstran usai kericuhan mengatakan, memang dalam soal pembangunan Pemkab Sidoarjo masih ada yang belum terealisasi.

Bahkan Cak Nur menilai dalam soal kebijakan pembangunan perlua ada dukungan dari masyarakat maupun mahasiswa Sidoarjo. Ia berjanji siap dan menunggu jika ada pertemuan lanjutan dalam soal aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa. “Aspirasi masyarakat harus didengar. Dan sebaliknya kebijakan pemerintah yang pro rakyat harus semua mendukungnya sampai terealisasi di tengah masyarakat,” papar orang nomor 2 di Sidoarjo tersebut. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar