Politik Pemerintahan

Harus Dimiliki Calon Wali Kota Selanjutnya, Ini 6 Poin Keunggulan Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memantau perbaikan jalan raya Gubeng dengan kursi roda

Surabaya (beritajatim.com) – Menyikapi hangatnya pemberitaan bakal suksesor Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya, Direktur Eksekutif Damai Center for Religion Life (DCSL) Belina Ho menawarkan prinsip-prinsip menarik yang perlu dimiliki oleh para kandidat.

“Menjadi Wali Kota itu bukan sekadar sebagai pemimpin, melainkan juga sebagai teladan hidup. Belajarlah pada Bu Risma yang telah memberi teladan bagi banyak orang selama beliau memimpin kota ini,” ujar Belina.

Ia mengungkapkan, setidaknya ada 6 prinsip yang perlu dimiliki oleh seorang cawali. “Pertama harus berani mengatakan hal yang benar walau sulit. Kedua bisa memperlakukan orang lain dan bawahan dengan hormat. Ketiga seorang yang menepati janji. Keempat ia harus orang yang bertanggung-jawab. Kelima harus punya nilai hidup, dan keenam bisa memotivasi orang lain,” katanya.

Keenam prinsip itu, dipandang DCSL melekat pada sosok Wali Kota Risma. Ia menyatakan bahwa gaya Risma yang terbuka dan berani blak-blakan adalah tipe pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat Surabaya, maupun Indonesia pada umumnya.

“Jadi pemimpin memang harus berani mengatakan hal yang benar walau sulit. Karena sekali pemimpin bohong, maka ia akan kehilangan integritasnya,” tegas Belina.

“Seorang pemimpin juga harus bisa memperlakukan orang lain dan bawahan dengan hormat. Ini penting sekali, karena bawahan akan hormat dengan pemimpinnya, bukannya takut. Seorang pemimpin haruslah orang yang biasa menepati janji, bertanggung-jawab, memiliki nilai hidup, dan bisa memotivasi orang lain dengan nilai-nilai hidup yang ia miliki itu,” lanjutnya.

Belina pun turut mengapresiasi kepemimpinan Risma yang menurutnya teladan hidup dan seorang Ibu bagi anak-anaknya, warga Surabaya. “Surabaya ini beruntung karena dipimpin oleh seorang Wali Kota yang bukan hanya bisa memimpin ya, tapi juga bisa jadi teladan bagi bawahannya. Bisa jadi Ibu yang ngemong warganya,” beber alumni UK Petra tersebut.

Di sisi lain pemberitaan tentang nama-nama cawali memang semakin menghangat seiring masa jabatan Wali Kota Risma yang akan segera berakhir pada tahun 2020.

Adapun mengenai nama-nama yang masuk dalam bursa cawali, DCSL mengusulkan beberapa nama. Diantaranya adalah Eri Cahyadi (Birokrat), Dhimas Anugrah (Politisi PSI), Gus Hans (Politisi Golkar), Whisnu Sakti Buana (Politisi PDIP), Hendro Gunawan (Birokrat), Basuki Tjahaya Purnama (Politisi PDIP), Audrey Yu Jia Hui (Profesional), Indah Kurnia (PDIP)

Menurut Belina, nama-nama yang masuk dalam bursa tersebut punya potensi yang besar. “Mereka orang-orang yang punya kapasita. Mereka bisa meraih simpati masyarakat. Apa lagi mereka orang-orang yang punya keahlian, tapi yang penting mereka perlu kembangkan enam prinsip yang saya kemukakan tadi,” terangnya.

“Surabaya butuh pemimpin yang punya kombinasi profesionalitas, ketegasan, dan kerendah-hatian untuk melayani masyarakat,” pungkas Belina. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar