Politik Pemerintahan

Harlisnas, Pemprov Jatim: Rasio Elektrifikasi Capai 97,4 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka Hari Listrik Nasional (Harlisnas) ke-74 yang jatuh pada 27 Oktober 2019 kemarin, Pemprov Jatim menegaskan, hingga akhir Oktober ini sudah mencapai 97,4 persen masyarakat yang teraliri listrik di Jatim. Artinya, masih ada kurang 2,6 persen.

Targetnya tetap sesuai Perda Rencana Umum Energi Daerah (RUED), rasio elektrifikasi sudah 100 persen pada 2021. Selain itu, sasaran Harlisnas 2019 adalah kemandirian energi bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim, Setiajit kepada wartawan di kantornya, Rabu (30/10/2019) mengatakan, sudah ada 107.518 KK di Pulau Madura dan sekitar 10 ribu KK di 17 kabupaten lain di Jatim yang sudah teraliri listrik pada 2019.

Pemprov Jatim bersama PT Surya Energi Indotama, menurutnya juga sudah menyelesaikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di lima pulau Kabupaten Sumenep. Baik Pulau Raas, Sapudi, Gili Iyang, Kangean dan Pagerungan.

Setidaknya, akan ada sekitar 7.500 KK yang akan teraliri listrik bila PLTD di lima pulau itu diresmikan. Rencananya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa segera meresmikan PLTD itu sebagai bagian pemenuhan elektrifikasi di Jatim.

“Pulau-pulau kecil di Madura itu, kan, banyak. Nah, Pemprov menyiapkan 1.367 unit Listrik Tenaga Solar Hemat Energi (LTSHE) yang tersebar di 18 desa,” ujarnya.

Pemprov Jatim, kata dia, akan berupaya menuntaskan target 100 persen rasio elektrifikasi Jatim pada 2021 bersama PLN Jatim, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang ada di Jawa Timur.

“Ada 13 perusahaan swasta yang mengeksploitasi minyak dan gas di Jatim. Mereka punya bagian masing-masing. Jadi, 2019 ini kami ingin tuntaskan dulu masyarakat Madura yang belum teraliri listrik,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar