Politik Pemerintahan

Hanya Selisih 2 Suara, Caleg Demokrat Jombang Layangkan Gugatan ke MK

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Hasil pemilu legislatif di Jombang berbuntut. Hal itu menyusul adanya gugatan yang dilayangkan oleh salah satu caleg dari PD (Partai Demokrat), Zahrul Jihad atau Gus Heri. Gugatan ini karena perolehan suara yang didapat hanya selisih dua suara dengan rekan satu Parpol di PD.

Dalam pemilu 2019, Gus Heri mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk DPRD Jombang. Caleg nomor urut 2 ini maju dari dapil Jombang I (Jombang-Peterongan). Nah, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilu yang dilakukan KPU setempat pada awal Mei lalu diketahui Gus Heri mendapatkan 5.161 suara. Sedangkan caleg nomor urut 1 yang juga dari dapil Jombang I, Dian Ayunita Prastumi memperoleh 5.163 suara.

Hasil ini mengakibatkan Gus Heri diprediksi gagal menjadi anggota DPRD Jombang 2019-2024 lantaran suara yang didapat masih dibawah rekannya tersebut. “Kami menduga, akibat ada kesalahan penghitungan tersebut perolehan suara klien saya menjadi hilang. Makanya kami layangkan gugatan ke MK (Mahkamah Kosntitusi),” ujar kuasa hukum Gus Heri, Solikhin Ruslie SH, Sabtu (25/5/2019).

Solokhin mengungkapkan, yang digugat oleh kliennya adalah PHPU (perselisihan Hasil Pemilihan Umum) tepatnya pada kesalahan penghitungan caleg kabupaten dapil Jombang 1. Dia juga memastikan bahwa gugatan tersebut sudah masuk ke MK. “Kami tinggal menunggu jadwal persidangan,” urainya.

Bukti apa saja yang akan dibawa ke persidangan? Solikhin enggan membeber secara detail. Solikhin hanya mengatakan bahwa ranah hukum yang dipilih kliennya ini agar pihak penyelenggara Pemilu, pengawas maupun para saksi, lebih teliti ke depannya. Soal adanya kesalahan input data, pergeseran suara atau bahkan konspirasi memanipulasi angka, menurut Solikhin, akan ia jelaskan saat persidangan dalam agenda pembuktian.

Solikhin menambahkan, sebenarnya saat sidang pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilu yang digelar KPU Jombang, pihaknya sudah pernah melakukan protes. Namun, oleh pimpinan rapat saat itu, protes tersebut hanya dibuatkan berita acara.

Ketua DPC Partai Demokrat Jombang, Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot, membenarkan adanya gugatan tersebut. Dia mengatakan bahwa upaya jalur hukum dengan menggugat hasil Pemilu ke MK adalah hak seorang caleg untuk menuntut keadilan. Sedangkan Partai hanya sebagai pengantar.

Dalam persoalan itu, Gus Sentot menegaskan bahwa DPC Partai Demokrat Jombang tidak akan memihak pada caleg manapun, sebab persoalan tersebut bersifat internal. “Kami tidak bisa menghalangi. DPC netral dan tidak memihak satupun,” ujar Gus Sentot ketika dihubungi secara terpisah. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar